Penuh Filosofi, Gapura HUT Kemerdekaan Gunakan Kronogam Jawa
Peristiwa

Penuh Filosofi, Gapura HUT Kemerdekaan Gunakan Kronogam Jawa

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Berbagai macam cara diupayakan masyarakat dalam memeriahkan HUT RI ke 74, seperti dalam pembuatan gapura. Jalan masuk kampung, gang maupun perumahan disulap dengan gapura yang mencolok dan meriah. Seperti tampak di jalan masuk Perumahan Griya Jatisari Indah (GJI) yang bercorak merah putih dan syarat filosofi Jawa.

Gapura dibangun dengan aksen huruf GJI yang merupakan singkatan dari nama perumahan yakni Griya Jatisari Indah. Gapura juga dihiasi dengan bendera, umbul-umbul, background dan berbagai ornamen khas Agustusan. Gapura yang menjadi kebanggaan warga perumahan tersebut diberi nama Gapuraning Bumi Luhuring Pandulu.

Ketua RT 5 RW 1 Desa Jatisari Kecamatan Kebumen Imam Muthoha mengungkapkan, sejak awal pembangunan perumahan pada 2006 hingga 2018 warga sangate mengidam-idamkan memiliki gapura. Kini, impian warga terwujud di tahun 2019 dengan adanya gapura yang sekaligus pos Satpam penjagaan keluar masuk tamu.

"Gapura dibangun dengan tidak menggunakan anggaran Dana Desa ataupun bantuan dari pemerintah," katanya, Kamis (15/8/2019).

Menurut Imam, gapura tersebut terbangun dengan semua warga bahu-membahu dengan anggaran mencapai Rp 125 juta. Dana sebesar itu diperoleh dari swadaya masyarakat di perumahan yang berjumlah 187 kepala keluarga, sponsor dan sisa usaha kontruksi yang di jalankan oleh pengurus RT. 

Imam menjelaskan, aksen huruf GJI merupakan point of interest dari gapura tersebut. Selain itu, gapura juga mencoba menambahkan kandungan tradisi Kronogam Jawa Kuno. Kronogam bermakna kata atau kalimat yang mengandung makna tahun atau zaman. Sistem kronogram Jawa banyak dipakai pada bangunan kuno di kerajaan jaman dulu kala.

"Kronogam ini berupa Candra Sengkala. Candra yang artinya pernyataan dan Sengkala yang artinya angka tahun," jelasnya.

Gapuraning Bumi Luhuring Pandulu yang terdapat di bagian atas gapura, lanjut Imam, dapat ditafsirkan Gapura/Gerbang memiliki watak/sifat 9, Bumi 1, Luhur 0, Pandulu/Penglihatan berwatak 2. Maka jika ditafsirkan, gabungan angka tersebut merupakan tahun pembangunan gapura, yaitu 2019. Juga dapat dimaknai sebagai gerbang masuk ke Tanah Kabumian yang merupakan asal mula nama Kebumen.

"Ini Untuk melihat dan mempelajari lebih dalam peninggalan leluhur atau nenek moyang," ungkapnya.