Pejabat Gadungan Tipu Warga dengan Modus Pengangkatan PNS Kementerian
Hukum & Kriminal

Pejabat Gadungan Tipu Warga dengan Modus Pengangkatan PNS Kementerian

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Nekat melakukan aksi penipuan, lelaki pengangguran berinisial AN (42), warga Desa Bawukan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten dibekuk jajaran Polsek Prembun. Empat orang menjadi korban dalam aksinya, yakni GSP (25), AR (22), SM (20), dan AI (21), keempatnya warga Desa Pesuningan, Kecamatan Prembun.

Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede menjelaskan, pelaku diketahui tinggal di rumah kontrakan wilayah Desa Pesuningan, Kecamatan Prembun. Aksi penipuan dilakukan dengan modus menjanjikan kepada para korban menjadi PNS di lingkungan Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tanpa melalui seleksi. Kepada korbannya AN mengaku sebagai salah satu pejabat di Kantor KLHK Banyumanik, Semarang.

Selanjutnya, tersangka meminta uang dari masing-masing korban senilai Rp 21-49 juta, hingga terkumpul uang sebesar Rp. 155 juta. Untuk meyakinkan korbannya, tersangka memberikan baju seragam dinas warna hijau yang berlogo Balai Penelitian Teknologi Kehutanan lengkap dengan papan nama, topi dinas, dan tanda pengenal layaknya seorang PNS sungguhan.

Dalam kesehariannya, tersangka mengenakan pakaian dinas palsu dan mengajak korban untuk melakukan pengecekan ke sejumlah sungai di wilayah Kebumen dalam rangka melakukan survei. Kepada polisi, tersangka mengaku mendapatkan ide atau gagasan penipuan tersebut dari internet.

"Perbuatan tersangka ini tentu bisa membuat kepercayaan publik terhadap pemerintah jatuh. Untung segera dapat kita ungkap,"jelas Kapolres Kebumen AKBP didampingi Kapolsek Prembun Iptu Tejo Suwono, Kamis (15/8).

Dijelaskan, aksi tersangka terbongkar setelah para korban merasa curiga karena sejak Januari hingga Agustus 2019, SK PNS yang dijanjikan tersangka belum juga turun. Kecurigaan diperkuat setelah salah satu korban mengecek nomor induk pegawai di papan nama tidak tercatat di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Para korban kemudian melaporkan AN ke Polsek Prembun hingga petugas melakukan penangkapan. 

Selain mengamankan tersangka, jajaran Polsek Prembun juga menyita sejumlah barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Yamaha Lexi VVA SSS, 5 stel seragam dinas palsu, 5 papan nama, 5 tanda pengenal, 1 bundle slip gaji, 4 lembar kwitansi, dan 4 buah topi dinas palsu.

Kepada petugas tersangka mengaku uang dari para korban sudah digunakan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, membiayai kuliah dan membelikan anaknya sepeda motor. Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat Pasal 378 KUHP Yo Pasal 372 tentang tindak penipuan dan atau penggelapan.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terperdaya oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab. Masyarakat juga diminta hati-hati dan selalu melakukan cek and ricek apabila mendapati adanya informasi penerimaan PNS.