Taman Prokim Lebah Klanceng Kian Diminati Jadi Wahana Edukasi
Ekonomi

Taman Prokim Lebah Klanceng Kian Diminati Jadi Wahana Edukasi

Ayah,(kebumen.sorot.co)--Taman Prokim Lebah Klanceng (Tamplek) Desa Kalipoh Kecamatan Ayah kian diminati masyarakat. Bukan saja dari Kebumen, tidak sedikit masyarakat luar daerah yang datang menimba ilmu di Kampung Klanceng ini. Seperti halnya yang dilakukan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Desa Sendangsari Kecamatan Pajangan, Bantul DIY.

LPMD Sendangsari sendiri merupakan daerah yang telah mengembangkan lebah klanceng. Akan tetapi, masyarakat masih belum mengetahui teknik budidaya maupun nilai ekonomi dari madu klanceng. Puluhan peserta yang datang diberikan bekal teori sekaligus praktik budidaya lebah klanceng.

"Mereka belajar tentang dasar budidaya mulai pengenalan lebah, praktik cara melakukan pindah koloni, teknik panen, jenis pakan yang mendukung, maupun hama serta cara penanggulangannya," ungkap Penggagas Kampung Prokim Desa Kalipoh Muhammad Fatikhul Umam, Senin (22/7/2019).

Ketika disinggung mengenai efek masuk Top 99 inovasi dengan banyaknya kunjungan, Umam mengaku efeknya masih belum besar. Dimana sosialisasi akan hal tersebut juga belum maksimal. Namun demikian, lambat laun masyarakat khususnya di Kalipoh semakin memahami tujuan dari Kampung Prokim itu sendiri. 

"Masyarakat kini jadi tahu sebetulnya nilai ekonomi dari lebah klanceng ada keserasian dengan melestarikan lingkungan," tuturnya.

Terkait pengembangan, Umam berharap dapat menambah varian koloni maupun memperbanyak jenis pakan lebah. Dimana kondisi saat ini, ketersediaan pakan alami masih menjadi kendala di Kalipoh. Terkait koloni, dia juga mendatangkan beberapa jenis dari luar Jawa.

"Koloni luar Jawa untuk menambah varian lebah dan memang produktivitas madunya lebih dibanding lokal. Meskipun dari segi perawatan juga lebih sulit," katanya.

Umam berharap, pemerintah lebih mensuport Kalipoh baik moril maupun materil untuk bisa mewujudkan kampung prokim menjadi destinasi wisata. Selain itu, pemdes dan masyarakat juga semakin konsisten menjaga kelestarian lingkungan. Dampak lebih luas, hadirnya kampung prokim membawa kesejahteraan masyarakat.

"Kalau saat ini produksi setiap bulan 50 liter madu. Kalau dengan penjualan koloni, omzetnya bisa mencapai Rp 20-30 juta tiap bulan," jelasnya.