Pedagang Sayur Keliling Buluspesantren Jadi Agen
Sosial

Pedagang Sayur Keliling Buluspesantren Jadi Agen 'Penyuluh' Kesehatan

Buluspesantren,(kebumen.sorot.co)--Tukang sayur keliling di Kecamatan Buluspesantren terlihat berbeda dibanding yang lain. Pakaian mereka seragam yang bertuliskan Sakina Pelling. Bukan merk produk pakaian, akan tetapi itu adalah program inovasi dari Puskesmas Buluspesantren 2.

Puskesmas Buluspesantren 2 memiliki program Stop Angka Kematian Ibu dan Anak Melalui Pedagang Sayur Keliling atau disingkat Sakina Pelling. Tidak kurang, 68 pedagang sayur menjadi mitra Puskesmas. Mereka diberdayakan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat khususnya ibu hamil. Selain berdagang, juga memberikan sosialisasi kesehatan.

Setiap harinya, pasukan ini mensosialisasikan pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil dan imunisasi. Mereka tersebar pada 10 desa di Kecamatan Buluspesantren dengan sasaran yang berbeda-beda. Sembari menawarkan dagangan, mereka menyampaikan sosialisasi yang telah dibekali dari Puskesmas.

Kepala Puskesmas Buluspesantren 2, Herdiyanto mengungkapkan, ide awal program layanan masyarakat akibat tingginya kasus kematian ibu dan bayi di Buluspesantren. Data tahun 2018, 8 bayi dan balita tercatat meninggal akibat kandungan usia dini maupun berat badan bayi kurang saat lahir.

"Tahun 2019 saja tercatat sudah 3 bayi dan balita meninggal," katanya, Rabu (19/6).

Herdiyanto mengaku, menggandeng pedagang sayur keliling bukan tanpa sebab. Ia menilai, pedagang sayur lebih mudah untuk membantu dalam mensosialisasikan program ini. Para pedagang tentu lebih sering bertemu dengan masyarakat terutama kaum hawa. Dengan demikian, program dapat tersosialisasi lebih massif. 

"Pedagang ini sudah kami bekali bahan sosialisasi. Harapan kami tentu ke depan angka kematian ibu dan anak di Buluspesantren dapat ditekan bahkan zero," imbuhnya.

Sementara itu, salah satu personel Sakina Pelling Suryani mengungkapkan, dibutuhkan waktu agar dapat diterima masyarakat. Diakuinya, awalnya mensosialisasikan butuh upaya pendekatan tertentu. Kendati demikian, setelah berjalan beberapa Minggu tidak ada kesulitan yang dihadapi.

"Iya senang mas bisa ikut mendukung program ini. Namanya juga ibu mas, ingin membantu agar yang lain dan anaknya juga sehat," tuturnya.