Terjadi Selisih Jumlah Suara , Puluhan TPS Hitung Ulang di PPK
Politik

Terjadi Selisih Jumlah Suara , Puluhan TPS Hitung Ulang di PPK

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Jumlah surat suara dari puluhan tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Kebumen terpaksa menjalani hitung ulang. Hal itu terjadi saat proses pleno rekapitulasi surat suara Pemilu 2019 di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Hitung ulang dilakukan karena terdapat selisih jumlah suara, surat suara, daftar pemilih pada C1 dengan salinan C1 saksi ataupun plano.

Informasi yang dihimpun, puluhan TPS yang terjadi hitung ulang tersebar di sejumlah kecamatan. Seperti Kecamatan Ayah, Padureso, Buayan, Kutowinangun, Buluspesantren dan Sruweng 1 TPS. Kecamatan Sempor, Poncowarno, Gombong, Prembun, Kebumen 2 TPS. Kemudian Kecamatan Karanggayam dan Ambal 3 TPS dan Kecamatan Rowokele, Adimulyo, Mirit, Kuwarasan 5 TPS.

Ketua KPU Kabupaten Kebumen Yulianto menjelaskan, proses hitung ulang merupakan bagian dari pembuktian pleno rekapitulasi. Sehingga hal tersebut tidak terlalu mengganggu proses pleno. Terlebih, proses pleno rekapitulasi tingkat PPK masih berjalan dan ditargetkan rampung pada 28 April mendatang.

"Hitung ulang dilakukan jika ada perbedaan antara jumlah surat suara, suara dan jumlah pemilih antara C1 dan salinan maka dibuka plano. Apabila plano sudah sama maka C1 yang dirubah. Jika ada perbedaan antara di plano maka kotak suara dibuka untuk hitung ulang," jelasnya, Senin (22/4).


Yuli menambahkan, mayoritas TPS tersebut tidak sampai pada proses membuka kotak suara. Namun demikian, beberapa kesalahan dalam penjumlahan dapat terjadi. Terdapat pula kesalahan dalam penjumlahan suara. Ini semisal terdapat pencoblos yang mencoblos partai dan caleg dalam satu partai. Jika terjadi hal demikian suara seharusnya dihitung untuk caleg. 

Terpisah, Ketua Bawaslu Kebumen Arif Supriyanto mengungkapkan, instansinya kini masih terus melakukan pengawasan proses rekapitulasi tingkat PPK. Terkait hitung ulang, Arif juga menegaskan hal tersebut tidak menutup kemungkinan terjadi di beberapa TPS lain.

"Sejauh ini masih dapat diselesaikan di tingkat PPK," katanya.