Budidaya Madu Klanceng Jadi Sumber Ekonomi Masyarakat Giritirto
Ekonomi

Budidaya Madu Klanceng Jadi Sumber Ekonomi Masyarakat Giritirto

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Budidaya madu tawon klanceng di Kabupaten Kebumen semakin menjadi daya tarik masyarakat. Kendati masih langka, namun kini sudah beberapa masyarakat mulai menggelutinya. Seperti halnya yang dilakukan masyarakat di Dukuh Semanda Desa Giritirto Kecamatan Karanggayam.

Bahkan, mayoritas masyarakat dukuh tersebut membudidayakan lebah yang berukuran lebih kecil dari lalat tersebut. Sejak tahun 2018 silam, warga mulai membudidayakan dan kini sudah mulai tampak hasilnya. Kini, madu klanceng menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat setempat.

Sekretaris Desa Giritirto Yuliono mengungkapkan, awalnya masyarakat mencoba berternak lebah klanceng dengan mengambil lebah di hutan. Koloni ini kemudian ditempatkan pada kandang khusus berbentuk kotakan yang ditempatkan di halaman rumah maupun pekarangan warga. Kotak ini berukuran 12 x 30 centimeter yang diberikan lubang di bagian bawah sebagai pintu keluar lebah.

"Satu kotak berisi satu koloni dengan jumlah ribuan tawon. Setelah koloni kuat, kemudian dipecah untuk dikembangkan menjadi beberapa koloni yang ditempatkan pada kandang lain," ungkapnya, Senin (22/4/2019).

Yuliono menjelaskan, sejak empat bulan terkahir masyarakat sudah mulai menikmati hasil panen madu klanceng. Sejak Januari 2019, sedikitnya sudah menghasilkan 1.600 setup. Setiap bulannya, budidaya di Giritirto mampu menghasilkan 50 botol madu klanceng siap jual. Harga jual setiap botolnya dipatok Rp 60 ribu hingga Rp 200 ribu menyesuaikan ukuran botol. 

"Tentu kami berharap budidaya ini terus ditingkatkan sehingga perekonomian masyarakat Giritirto semakin meningkat," tandasnya.