Kasus Keracunan Massal, Dinkes Kirim Sampel Sate dan Gulai ke Semarang
Peristiwa

Kasus Keracunan Massal, Dinkes Kirim Sampel Sate dan Gulai ke Semarang

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Sampel makanan sate dan gulai yang diduga menjadi penyebab keracunan santri Ponpes Raudlatul Ulum, Desa Karangtanjung, Kecamatan Alian, dibawa ke Laboratorium di Semarang. Terhadap sampel itu nantinya akan dilakukan observasi untuk mengetahui kandungan dalam makanan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Rini Kristiani mengatakan, hasil observasi terhadap sampel makanan tersebut dapat memakan waktu beberapa hari ke depan. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab keracunan itu. Menurutnya, kemungkinan dalam makanan yang dikonsumsi pasien tercemar zat tertentu.

"Sampel makanan sudah dikirim ke Semarang, hasilnya mungkin muncul satu minggu," ungkapnya, Kamis (4/4/2019) saat dikonfirmasi.


Rini menegaskan, seluruh proses perawatan terhadap pasien akan ditanggung Pemkab Kebumen melalui dana Jamkesda. Ia pun mengimbau, masyarakat dalam menyajikan makanan untuk memperhatikan cara memasak, penyimpanan, kelaikan untuk dikonsumsi maupun tidak menambahkan bahan tambahan yang berbahaya. 

"Sesuai arahan Pak Bupati, perawatan ditanggung Jamkesda," imbuhnya.

Terpisah, Kasi Keperawatan RSDS Kebumen Sapto menjelaskan, jumlah seluruh pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit mencapai 67 pasien. Dari jumlah tersebut, hingga kini masih terdapat 25 pasien yang menjalani perawatan di IGD, 15 pasien sudah ditempatkan di bangsal dan sisanya 27 pasien sudah diizinkan pulang.

"Beberapa pasien yang sudah pulang terpaksa kembali ke rumah sakit," tuturnya.