Jadi Pendiam Usai Bercerai, Seorang Duda Gantung Diri di Rumah Kosong
Peristiwa

Jadi Pendiam Usai Bercerai, Seorang Duda Gantung Diri di Rumah Kosong

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Mahrun (42), warga Desa Cangkring, Kecamatan Sadang, ditemukan tewas tergantung pada seutas tali plastik di sebuah rumah kosong, Sabtu (2/3) kemarin. Jenazahnya ditemukan pertama kali oleh ibunya sekitar pukul 07.00 WIB di bekas rumah Mahrun yang sudah tidak ditempati.

Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede melalui Kapolsek Sadang Iptu Suwarto mengatakan, hasil olah TKP tidak ditemukan tanda mencurigakan yang mengarah kepada tindak pidana. Penuturan pihak keluarga, Mahrun menjadi pendiam setelah bercerai dengan istrinya tiga tahun lalu. Sedangkan mantan istrinya kini sudah menikah kembali dengan orang lain.

"Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kuat dugaan yang bersangkutan sengaja bunuh diri. Kita juga melibatkan petugas kesehatan dari Puskesmas Sadang untuk mengecek bagaimana kondisi jenazah," ungkapnya.

Dikatakan, sehari sebelum Mahrun ditemukan meninggal, ia diketahui sempat ditahan di Polsek Sadang akibat dugaan pencurian durian. Ia ditahan bersama rekannya, berinisial W, warga Sadang Kulon pada Kamis (28/2) hingga Jumat (1/3). Durian yang dicuri keduanya merupakan milik Slamet (40) warga RT 4 RW 1 Desa Kedunggong Kecamatan Sadang. 

Kepada sorot.co, Slamet alias Paimin menjelaskan pencurian itu terjadi pada 16 Februari 2019 di daerah Desa Cangkring. Sebanyak 28 butir durian milik Slamet dicuri keduanya. Pengakuan Mahrun, dirinya diperintahkan warga lain berinisial M warga Sadang. Akibat pencurian itu, Slamet mengaku rugi sekitar Rp 4 juta.

"Pencurian ini ketahui karena membeli 360 kilogram dari Desa Cangkring kemudian terlihat durian saya. Penulusuran saya, pencurian itu dilakukan oleh keduanya," ungkapnya, Selasa (5/3/2019).

Mendapat pengakuan dari keduanya, Slamet lantas melaporkannya ke Polsek Sadang 26 Februari 2019. Kedua terlapor kemudian dipanggil penyidik, 27 Februari 2019 dan mulai ditahan sehari setelahnya. Pada Jumat (1/3) pagi, dilakukan mediasi di Polsek Sadang dengan kesepakatan permasalahan pencurian diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

"Kedua terlapor kemudian dibebaskan petugas dengan catatan akan dilakukan mediasi lanjutan Sabtu (2/3) di Polsek Sadang," jelasnya.

Slamet mengaku sangat kaget atas kabar meninggalnya Mahrun terlebih karena diduga meninggal dunia. Usai mendengar kabar itu, dirinya ke Polsek Sadang untuk mencabut laporan. Namun demikian, pencabutan itu didasarkan atas dasar kemanusiaan karena terlapor meninggal dunia.

"Mediasi lanjutan akhirnya gagal. Tetapi saya berharap ada keadilan perkara pencurian dan mengharapkan penanganan lebih lanjut atas hal tersebut," tandasnya