Hidup Sebatang Kara, Kakek Tuna Netra Andalkan Bantuan Tetangga
Sosial

Hidup Sebatang Kara, Kakek Tuna Netra Andalkan Bantuan Tetangga

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Potret warga miskin untuk mendapat kesejahteraan dan hunian layak ternyata masih belum merata. Kesenjangan sosial masih dirasakan sebagian masyarakat Kebumen. Bukan saja mereka yang tinggal jauh dari perkotaan, tetapi juga yang terletak dekat dengan pusat pemerintahan.

Seperti yang dialami Jasiman atau akrab disapa Bera. Warga RT 3/RW 4 Desa Kedawung ini hidup sebatang kara di rumah reot. Gubuknya yang berukuran 3 x 4 meter dengan hiasan dinding anyaman bambu sangat tidak layak. Pada beberapa bagian, dinding rumahnya ditambah dengan anyaman daun kelapa.

Tidak cukup sampai disitu, lantai rumah kakek berusia 60 tahun ini pun hanyalah tanah. Sedangkan untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK) dirinya menumpang ke rumah tetangga. Bahkan, kakek tuna netra ini dalam mencukupi kebutuhan makan sehari-hari mengandalkan uluran bantuan para tetangganya.

Jangankan berbicara kasur, ranjang pun untuk alas tidurnya jauh dari kata layak. Ranjangnya yang tersusun dari papan hanya beralaskan tikar dari anyaman bambu. Dingin dan sunyinya malam seolah telah menjadi teman hidupnya. Ditambah gelap yang tatkala menghiasi penglihatannya setiap harinya.

Untuk penerangan, Mbah Bera hanya mengandalkan lampu 5 Watt pemberian saluran tetangganya. Penerangan apa adanya itu pun sangat kurang. Namun demikian, ia tidak pernah mengeluh atas keadaan itu. Kondisi rumah Bera kian memprihatinkan tatkala hujan datang lantaran air akan masuk lewat atap rumah yang bocor.

"Kadang ada yang ngasih makan ke rumah untuk makan," katanya, Sabtu (9/2/2019).

Kondisi ini bukan luput dari pemerintah dan aparat setempat. Program rumah tidak layak huni telah berkali-kali diusulkan tetapi mental. Itu disebabkan status tanah yang digunakan Bera tempat tinggal bukan miliknya. Para tetangga maupun aparat setempat mengharapkan ada program bantuan RTLH kepada Bera. 

"Kasihan melihatnya karena sudah renta sehingga tidak dapat mencari uang untuk kehidupannya," kata Surip, tetangga Bera.