Suami dan Istri Penyelenggara Pemilu Tak Boleh Jadi Pengawas TPS
Politik

Suami dan Istri Penyelenggara Pemilu Tak Boleh Jadi Pengawas TPS

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Bawaslu Kebumen bakal melakukan rekrutmen terhadap Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sebanyak 4.538 pengawas TPS rencananya ditargetkan direkrut untuk bertugas pada Pemilu 2019 nanti. Dalam syarat yang dipatok, Pengawas TPS dilarang memiliki ikatan perkawinan dengan penyelenggara pemilu di semua tingkatan.

Ketua Bawaslu Kebumen Arif Supriyanto menjelaskan, terkait syarat tidak ada ikatan perkawinan dengan penyelenggara pemilu untuk menjaga kondusifitas penyelenggaraan. Hal itu diharapkan dapat mencegah konflik kepentingan yang dapat terjadi dalam proses pemilihan.

"Agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam pemilihan," ungkapnya, Kamis (7/2/2019) didampingi Staff Bidang SDM Bawaslu Yugo Purwito.

Hal itu tertuang dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu pasal 117 ayat 1 huruf (o), disebutkan, syarat pengawas TPS 'Tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara pemilu'. Syarat lainnya yaitu berusia minimal 25 tahun, lulusan SMA sederajat, bebas narkoba, bukan anggota parpol, dan diutamakan berasal dari desa setempat. 

Arif mengungkapkan, proses seleksi Pengawas TPS sepenuhnya dilakukan Panwascam setempat. Proses pendaftaran dimulai 11 hingga 21 Februari 2019. Dalam proses pendaftaran tersebut, calon pengawas TPS langsung melakukan proses wawancara oleh Panwascam.

"Sosialisasi telah dilakukan ke setiap desa di Kenumen. Nantinya pengawas TPS akan dikoordinir oleh Panwas Desa," terangnya.