Ekstrem, Warga Kutowinangun Terkenal karena Pelihara Piton Raksasa
Peristiwa

Ekstrem, Warga Kutowinangun Terkenal karena Pelihara Piton Raksasa

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Hobi yang berurusan dengan sesuatu yang membahayakan nyawa tentu menjadi keunikan tersendiri. Seperti halnya memelihara ular piton atau sanca berukuran raksasa akan menarik perhatian banyak masyarakat umum.

Hal itulah yang dialami Wanto Goweng (50) warga Desa Kaliputih Kecamatan Kutowinangun. Dirinya kini merawat 10 ekor piton jenis reticulatus atau sanca kembang. Piton miliknya memiliki ukuran variasi mulai dari panjang 4 hingga 10 meter. Sedangkan berat ular piton peliharaannya mulai dari 2 hingga 4 kwintal.

Hampir 15 tahun lamanya, Wanto hidup berdampingan dengan ular piton. Desisan hewan melata itu selalu menghiasi rumah dan pekarangan Wanto. Masyarakat hingga anak-anak sekitar rumah Wanto pun tidak terlihat takut dengan ular itu. Itu didasarkan ular Wanto telah jinak karena dirawat sejak usia satu tahun.

Ular piton bagi Wanto sudah layaknya keluarga. Saking cintanya, ia juga menamai piton seperti halnya manusia salah satunya bernama Rambo. Sesuai namanya, Rambo memiliki badan besar dan kuat. Rambo inilah yang merupakan piton terbesar sekaligus terfavorit yang dimiliki Wanto kini.

Kecintaan Wanto diawali keprihatinan dan kepedulian ular kerap diburu dan diperjualbelikan untuk tas, dompet dan lainnya. Dengan memelihara, Wanto berharap ikh menjaga keberadaan ular agar tidak punah. Awalnya, ia tertarik piton peliharaan yang ditemui saat bersambang ke rumah temannya.

"Tidak tahu kenapa saat menyentuh dan bermain-main saya langsung jatuh cinta," ungkapnya, Selasa (5/2).

Memelihara 10 ekor piton, Wanto tentu berkorban tidak sedikit. Untuk pakan saja, Wanto dalam satu bulan setidaknya menyiapkan 100 ekor ayam. Tentu bukan jumlah sedikit akan tetapi Wanto menikmatinya. Asalkan kepuasan melihat binantang kesayangannya dapat terpelihara dengan baik. 

"Pernah ada yang mau membeli Rambo Rp 150 juta tetapi saya menolak. Sudah kadung sayang jadi tidak saya lepas," akunya.

Wanto berujar, semenjak memelihara ular dirinya merasa bertambah teman. Itu berasal dari berbagai kalangan terutama sesama pecinta ular. Setiap akhir pekan atau liburan, rumah Wanto selalu ramai dikunjungi masyarakat. Mulai warga sekitar hingga dari berbagai luar daerah. Kedatangan mereka ke Kaliputih tidak lain untuk berkenalan dan berfoto bersama piton peliharaan Wanto.