Punya Banyak Keunggulan, Wadah Pakan Kelinci Berbahan Tanah Liat Jadi Buruan
Ekonomi

Punya Banyak Keunggulan, Wadah Pakan Kelinci Berbahan Tanah Liat Jadi Buruan

Kutowinangun,(kebumen.sorot.co)--Kerajinan tanah liat di Kebumen sudah terkenal sejak lama seperti di Desa Pejagatan Kecamatan Kutowinangun. Umumnya, kerajinan untuk membuat perabotan dapur dan rumah tangga. Namun demikian, kini tanah liat juga dapat dibentuk menjadi tempat makan ternak khususnya kelinci.

Tempat pakan itu dikembangkan salah satunya oleh Muhammad Fauzi (24), warga RT 3/RW 1. Desa Pejagatan. Dibantu ibunya, ia kini memproduksi tempat pakan ternak yang diberi nama Wapaci (Wadah Pakan Kelinci). Ratusan Wapaci telah dibuat dan dipasarkan kepada sejumlah peternak kelinci.

Fauzi atau yang juga dikenal dengan Putu mengklaim, wapaci itu lebih baik dibandingkan tempat pakan ternak berbahan dasar lain. Wapaci ini memiliki keunggulan tidak mudah terbalik, harga terjangkau, dan tidak akan dirusak hewan ternak. Pasalnya, kelinci dikenal suka menggigit untuk mempertajam giginya.

"Wapaci ini juga dapat digunakan sebagai tempat pakan kucing, anjing, luwak, maupun burung merpati," ungkapnya, Selasa (5/2/2019).

Ide awal membuat Wapaci karena melihat potensi pasar peternak kelinci yang banyak di Kebumen. Dahulu, peternak membeli atau membuat tempat pakan ternak dari kayu atau triplek. Tetapi hal itu tidak bertahan lama karena sering kali rusak digigit kelinci itu sendiri. Selain itu, tempat mudah terbalik sehingga pakan ikut tumpah. 

"Saya melihat peluang ini cukup baik. Saya mencoba membuat dan direspon baik pasar," katanya.

Proses pembuatan Wapaci tidak ubahnya membuat gerabah tanah liat umumnya. Mulai dari penyiapan tanah, pembentukan, perapihan bentuk, penjemuran hingga pembakaran. Pada kondisi cuaca yang baik, 20 Wapaci dapat dibuat dalam 4 hari. Namun jika cuaca kurang bersahabat, maka pembuatan membutuhkan waktu lebih lama.

Putu memproduksi wapaci dengan dua ukuran yaitu diameter 16 centimeter dan 20 centimeter. Harga yang dibanderol mulai Rp 7 hingga Rp 10 ribu untuk satu wapaci. Namun demikian pembelian dalam jumlah banyak, harga tersebut dapat dikurangi.

"Pemasaran saat ini baru wilayah Kebumen khususnya peternak kelinci," tandasnya