Lindungi Satwa dan Lingkungan, Pemdes Sidogede Bentuk Perdes, Sanksinya Hingga 10 Juta
Hukum & Kriminal

Lindungi Satwa dan Lingkungan, Pemdes Sidogede Bentuk Perdes, Sanksinya Hingga 10 Juta

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Desa Sidogede Kecamatan Prembun mencanangkan dan menetapkan Perdes Perlindungan Satwa Liar dan Lingkungan Hidup, Selasa (5/2/2019). Sidogede menjadi desa pertama di Kecamatan Prembun yang membuat Perdes tersebut. Perdes nomor 1 tahun 2019 tersebut diharapkan menjadi regulasi dalam menjaga kelestarian satwa liar dan lingkungan di wilayah Desa Sidogede.

Pada pencanangan tersebut, hadir Kapolsek Prembun Iptu Tejo Suwono, Danramil Prembun Kapten Suprapto, Sekcam Prembun Siti Mudrikah, beberapa kades sekitar dan masyarakat Desa Sidogede. Hadir pula penggagas Asosiasi Penangkar Burung Nusantara (APBN) yang berasal dari Prembun H Mahfud Sulaiman atau H Ebod Jaya.

Kepala Desa Sidogede Sunarto menjelaskan, Perdes yang ditetapkan ini menjadi momentum membangkitkan kepedulian masyarakat kepada lingkungan dan satwa. Diharapkan, sikap kepedulian itu dapat terus diwariskan anak cucu di Sidogede. Perlindungan tersebut diharapkan dapat menjaga binatang baik air, darat ataupun udara serta hewan ternak tertentu.

"Harapannya kepedulian masyarakat terus bertambah terkait perlindungan satwa dan lingkungan," katanya.

Kapolsek Prembun Iptu Tejo Suwono mengapresiasi Desa Sidogede yang menginisiasi perlindungan satwa di Prembun. Menurutnya, hal tersebut sangat penting dimana kelestarian satwa dan lingkungan perlu dijaga. Dengan demikian, nantinya kelangkaan ataupun kepunahan satwa liar dapat kembali seperti di masa lalu. 

"Harapannya satwa liar dan lingkungan di Sidogede dan umumnya Kebumen terjaga dengan baik," katanya.

Sementara itu, di wilayah Desa Sidogede terdapat beberapa satwa yang sering jadi sasaran buruan buruan seperti ikan/udang, burung dan telur semut rang-rang (kroto). Dalam perdes itu diatur, bagi seseorang yang dengan sengaja melakukan perburuan satwa liar tersebut dapat dikenai sanksi. Adapun sanksinya yakni berupa denda paling sedikit rp 1 juta dan paling banyak Rp 10 juta. Terlebih bagi yang melakukan penangkapan dengan cara terlarang seperti menggunakan bahan peledak, bahan kimia, racun, senjata dan setrum.