Kecelakaan Kerja di Korea, Nasib Pekerja Migran Kebumen Belum Jelas
Peristiwa

Kecelakaan Kerja di Korea, Nasib Pekerja Migran Kebumen Belum Jelas

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Matius Joni (30) warga Desa Sitiadi Kecamatan Puring mengalami kecelakaan kerja di Korea. Ia merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kebumen yang bekerja di budidaya rumput laut. Dirinya kecelakaan kerja saat tengah melakukan perawatan rumput laut bersama rekannya pada 16 November 2018 silam.

Warga Dusun Kepatran RT 1 RW 5 Desa Sitiadi tersebut, bekerja di Korea dengan mengikuti program pemerintah G to G (Government to Government). Ia berangkat ke Korea pada Agustus 2018 dan langsung bekerja di tempat tersebut. Namun tepat 100 hari bekerja, ia terjatuh ke laut saat mempersiapkan obat untuk rumput laut.

Rekan korban yang bekerja bersama berusaha menolong Joni. Namun demikian, tubuh Joni tidak dapat diselamatkan dan akhirnya menghilang. Proses pencarian tim SAR Korea pun tidak menemukan hasil maksimal. Hingga kini, keberadaan Joni pun belum ada kejelasan. Kendati harapan kecil, namun keluarga berharap Joni dapat ditemukan dengan selamat.

Ibu korban, Kamini (56) mengungkapkan, pada hari kejadian terasa aneh karena pesan WhatsApp dirinya tidak dibalas. Padahal, biasanya komunikasi terhadap anaknya selalu lancar baik telepon maupun video call. Informasi kecelakaan kerja didapat oleh adik Joni Efriana Agustin dari rekannya yang bekerja di Korea.

"Dari rekan korban ada informasi tenggelam di laut saat bekerja," tuturnya, Senin (4/2/2019) di sela-sela menemui Wakil Ketua DPRD Kebumen Miftahul Ulum.

Kamini menjelaskan, pasca mendengar informasi tersebut dirinya berusaha mencari informasi ke berbagai pihak. Pemkab Kebumen melalui Disnaker KUKM pun telah mendatangi rumahnya. Namun demikian, dirinya belum mendapatkan kejelasan keberadaan putra sulungnya. 

"Barang-barang Joni sudah dikembalikan ke rumah tetapi keberadaan Joni belum jelas. Kami berharap proses penanganan cepat selesai," katanya.

Sementara itu, Koordinator Migran Care Kebumen Syaiful Anas mengungkapkan, dirinya bersama keluarga telah menempuh kejelasan ke Disnaker KUKM, BNP2TKI, Kemenaker dan Kemenlu. Ia pun menyayangkan sikap pemerintah yang minim informasi yang diberikan keluarga. Bahkan keluarga yang justru sibuk mencari sendiri terkait keberadaan Joni.

"Kami nilai pemerintah justru lamban. Kami meminta kejelasan keberadaan Joni dan hak-haknya juga harus diberikan," tuturnya.