Berpindah Lokasi Kajian, MTA Kembali Ditolak Warga
Peristiwa

Berpindah Lokasi Kajian, MTA Kembali Ditolak Warga

Adimulyo,(kebumen.sorot.co)--Setelah sempat kondusif dan tidak terdengar aktifitasnya di Adimulyo, Majelis Tafsir Al Quran (MTA) kembali mendapatkan penolakan dari masyarakat. Kali ini, ratusan masyarakat Desa Sidomukti Kecamatan Adimulyo melakukan blokade jalan untuk menghalau warga MTA yang akan melakukan kajian, Kamis (31/1).

Masyarakat desa mulai berkumpul untuk memblokade jalan menuju rumah Boedihardjo RT 1 RW 7 desa setempat. Sedianya, rumah Boedihardjo akan digunakan sebagai lokasi kajian MTA. Warga membentangkan banner berisi tulisan penolakan di tengah jalan sembari berjaga-jaga di lokasi tersebut.

Sama seperti yang terjadi di tempat lain, di Sidomukti sendiri penolakan masyarakat disertai kekesalan. Ketika sejumlah warga MTA berdatangan, masyarakat desa pun berupaya menghalangi agar tidak datang ke tempat kajian. Suasana tetap kondusif lantaran dilakukan penjagaan ketat dari aparat kepolisian maupun TNI.

Kepala Desa Sidomukti Suparmin mengatakan, awalnya dirinya mendapatkan surat pemberitahuan dari MTA terkait rencana kegiatan kajian di salah satu rumah warga di Sidomukti. Dirinya kemudian melakukan musyawarah dengan tokoh masyarakat, Ketua RW dan RT maupun perwakilan masyarakat terkait surat tersebut.

"Kami menolak kegiatan kajian MTA karena dikhawatirkan menyebabkan ketidaknyamanan warga," katanya.

Menurutnya, lokasi yang digunakan sebagai lokasi kajian pun dianggapnya tidak berizin karena hanya melampirkan pemberitahuan. Dirinya pun mengaku telah berkirim surat kepada Kemenag Kebumen mencegah kegiatan itu. Hal itu diupayakan untuk mewujudkan suasana kondusif, aman dan nyaman di Sidomukti. 

Sementara itu, hingga berita dikirimkan sorot.co telah mencoba menghubungi pihak Majelis Tafsir Al Quran namun belum mendapatkan respon. Ketua MTA Cabang Adimulyo Mahmuddin Sadi Hartono yang dihubungi melalui saluran pesan WhatsApp tetapi belum ada jawaban.