Pelaku Persetubuhan di Bawah Umur Miliki Empat Istri dan 17 Anak
Hukum & Kriminal

Pelaku Persetubuhan di Bawah Umur Miliki Empat Istri dan 17 Anak

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--HS (53) alias Syawal, warga Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo, kini harus mendekam di sel tahanan Polres Kebumen. Pria yang mengaku sebagai kanjeng sultan, habib, raja para wali dan ulama ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya menyetubuhi kuncup (samaran) gadis 17 tahun, warga Desa Bumiharjo, Kecamatan Klirong dengan iming-iming bisa memasukkan ke dalam surga dan menjauhkan dari api neraka.

Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Suparno menuturkan, HS masih menjalani sejumlah pemeriksaan dari Penyidik Sat Reskrim Polres Kebumen. Berdasarkan pemriksaan petugas, HS mengaku memiliki empat istri dan dari hasil pernikahan itu, ia memiliki 17 orang anak. Anak sulungnya seorang gadis dan telah lulus SMA, sedangkan anak bungsunya masih berusia 4 bulan.

HS mengaku gelar Kanjeng Sultan ia dapatkan dari mahluk gaib yang keluar dari mulut pasien saat mengobati kesurupan. Pasalnya, setiap kali dia mengobati orang kesurupan, makhluk ghaib yang merasuk pasiennya memanggilnya dengan sebutan kanjeng sultan.

"Kanjeng sultan (HS) ini seorang paranormal atau dukun yang dalam pengakuannya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit termasuk menetralkan ilmu santet. Ia bercerita pasien terjauh datang dari negara Kamboja," ucapnya, Selasa (8/1).

Selain menjadi dukun atau paranormal, lanjut Suparno, HS juga mengaku berprofesi sebagai makelar tanah dan makelar jual beli kendaraan untuk menghidupi anak dan istrinya yang hidup satu rumah di Desa Tepakyang Kecamatan Adimulyo. 

"Pengetahuan tentang ilmu agama, Syawal mengaku telah sampai pada level Ma'rifat sehingga nyawanya bisa keluar dari raga sesuai kehendaknya," jelasnya.

Anak ketiga dari lima bersaudara itu memiliki dua kakak perempuan. HS hanya menempuh pendidikan reguler sampai lulus SMP dan selebihnya ia mencari ilmu tentang agama dari pondok pesantren satu ke pondok pesantren lain selama 30 tahun. Bahkan ia harus menjadi kuli untuk biaya hidupnya saat merantau. Untuk menimba ilmu, HS meninggalkan kota Kebumen dari tahun 1984 dan kembali ke Kebumen pada tahun 2009.

"Ia berpindah-pindah pondok pesantren hingga mencapai ratusan pondok pesantren dalam menimba ilmu agama. Ia mengaku memiliki kurang lebih 30 santri dari dalam maupun luar Kebumen," tandasnya.

Diwartakan sebelumnya, HS diamankan polisi atas laporan keluarga kuncup yang tidak terima atas perlakuan HS. Korban yang masih duduk di bangku SMA itu termakan bujuk rayu dan tipu daya HS hingga akhirnya mau dinikahi secara tidak sah dan disetubuhi hingga tiga kali. HS ditangkap di rumahnya pada Minggu (06/01) sekitar pukul 06.00 WIB.