Ngaku Pengganti Rasul, Syawal Diduga Sebarkan Aliran Sesat
Peristiwa

Ngaku Pengganti Rasul, Syawal Diduga Sebarkan Aliran Sesat

Kebumen, (kebumen.sorot.co)--HS alias Syawal (53), warga Dukuh Kaum, Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo kini harus mendekam dibalik jeruji besi Rutan Polres Kebumen setelah sebelumnya ditangkap oleh jajaran Unit PPA Polres Kebumen di padepokan rumahny pada Minggu (05/01) lalu.

Pria yang mengaku sebagai habib, kanjeng sultan, raja para wali dan ulama itu diduga telah menggagahi gadis dibawah umur, sebut saja Kuncup (nama samaran), warga Desa Bumiharjo, Kecamatan Klirong. Berdasarkan keterangan dari polisi, HS alias Syawal menggunakan tipu daya dan bujuk rayu berkedok agama dalam melancarkan aksinya.

Selain menggagahi gadis dibawah umur, Syawal yang kini sudah berstatus sebagai tersangka itu juga diduga telah menyebarkan aliran sesat kepada para pengikut dan calon korbannya.

Saat ditemui sorot.co, Misbakhul Munir (17) salah satu santri Pondok Pesantren Al-Istiqomah, Desa Karangsari, Kecamatan Kebumen menuturkan bahwa dirinya beberapa waktu lalu pernah dikenalkan oleh temannya menghadap Syawal di padepokannya yang ada di Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo.

Di padepokan tersebut, Munir bersama tujuh orang temannya itu bertemu langsung dengan Syawal. Pada kesempatan tersebut, Syawal mengungkapkan sejumlah faham aliran dan statmennya yang diduga menyesatkan.

"Dia mengaku sebagai Naibu Rasulillah (pengganti rasulullah), rajanya para wali dan ulama. Katanya semua para wali berada di telapak kakinya," terang Munir, Selasa (08/01/2019) sore.

Selain itu, lanjut Munir, Syawal juga mengaku sebagai orang yang mengangkat dan memecat para wali. Dia menyatakan Nabi Muhammad SAW tidak bisa memberi syafaat karena syafaatnya pindah kepada dirinya. Syawal juga mengaku akan menikahi wanita sejagat agar selamat dari pembantaian dan masuk surga tanpa hisab. 

"Dia juga mengaku telah menikahi semua istri dan putri Rasulillah. Semua orang yang tidak mengikutinya akan dibantai. Dia juga mengatakan bahwa semua kyai anjing," bebernya.

Munir mengungkapkan, pada kesempatan itu Syawal juga mengatakan bahwa Habib Lutfi bin Yahya gila dan shalawatnya habibi Syeh Asyegaf adalah konser para jin. Syawal juga mengaku menikah tanpa wali dan saksi.

"Katanya semua para wali berkumpul di rumahnya. Dia juga mengatakan Almarhum Kiyai Musyafa, pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, Somalangu meninggal karena kebanyakan nglonte sehingga nyawanya ditarik jin," paparnya.

Munir menyampaikan, menurut Syawal, semua kyai pondok pesantren membawa santrinya ke neraka jika belum sampai ke tingkat Ma'rifat. Syawal juga menuturkan, bila orang ingin sampai ke tingkatan Ma'rifat maka cukup ngaji dengan orang Ma'rifat.

"Dia mengatakan bahwa K.H Achmad Chalwani, pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi, Berjan Purworejo adalah penyembah jin. Dia juga mengatakan bahwa K.H Thoifur, Purworejo kelak diakhirat akan bingung," jelasnya.

Munir menambahkan, Syawal juga mengatakan pembantaian semua orang-orang syariat dan mengaku bisa menghidupkan orang mati. Selain itu, Syawal juga menuturkan bahwa Gus Johan, pengasuh Pondok Pesantren Al-Istiqomah, Desa Karangsari, Kecamatan Kebumen sesat dan istrinya harus diselamatkan dengan cara dinikahinya.

"Katanya untuk menjadi Wali cukup bertapa selama 40 hari dan yang terakhir dia mengaku bahwa surga dan neraka ada diatas telapak tangannya," pungkasnya.