Janji Mampu Selamatkan Dunia Akherat, Pria Ngaku Habib Setubuhi Gadis di Bawah Umur
Hukum & Kriminal

Janji Mampu Selamatkan Dunia Akherat, Pria Ngaku Habib Setubuhi Gadis di Bawah Umur

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Seorang pria berinisial HS alias Syawal (53), warga Dukuh Kaum, RT. 002/002, Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo, diamankan petugas Unit PPA Polres Kebumen. Pria paruh baya ini diduga telah menggagahi gadis di bawah umur bernama kuncup (disamarkan), gadis 17 taun, warga Desa Bumiharjo, Kecamatan Klirong.

Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Suparno mengungkapkan, HS diamankan saat berada di rumahnya, Minggu (06/01) atas laporan dari pihak keluarga korban yang tidak terima atas perlakuan HS. Aksi bejat HS sendiri dilakukan di rumahnya pada Rabu 12 Desember 018 pukul 09.00 WIB.

Dijelaskan, HS yang mengaku sebagai raja para wali dan ulama, habib dan kanjeng sultan itu, melancarkan aksinya dengan melakukan bujuk rayu dan tipu muslihat. Agar bisa selamat dunia akherat, korban harus bersedia dinikahi secara siri sehingga HS berhasil menyetubuhi korban.

Awalnya korban diajak oleh pengikut HS dan datang ke rumahnya. Setelah melakukan rayuan dengan janji bisa menyelamakan dunia akherat, HS melakukan pernikahan yang tidak sah dengan korban. Selanjutnya korban disetubuhi sebanyak tiga kali,” terang AKP Suparno.

Suparno menambahkan, setelah peristiwa itu, korban kemudian menceritakan peristiwa yang dialami ke orang tua dan keluarganya. Karena merasa tidak terima dengan perlakukan HS, pihak keluraga korban kemudian melaporkan HS ke pihak kepolisian pada 2 Januari 2019. Setelah mempelajari laporan dan melakukan penyelidikan, petugas melakukan penangkapan terhadap HS pada Minggu (6/1). 

Selain mengamankan terlapor, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu potong kaos lengan panjang warna abu-abu, satu potong BH warna hitam, satu potong celana dalam warna pink, satu potong kaos dalam warna putih dan satu potong celana panjang warna hitam.

HS disangka telah melanggar pasal 81 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancamam hukumam 15 tahun penjara . Hingga kini kami masih terus mendalami kasus tersebut,” pungkasnya.