Pengadaan Lahan JJLS Gagal, Warga Siap Tempuh Jalur Hukum
Peristiwa

Pengadaan Lahan JJLS Gagal, Warga Siap Tempuh Jalur Hukum

Buayan,(kebumen.sorot.co)--Gagalnya pengadaan lahan untuk pembangunan JJLS di Desa Jladri Kecamatan Buayan dan Desa Tambakmulyo Kecamatan Puring langsung disikapi warga. Minggu (06/01) malam, puluhan warga terdampak pengadaan lahan di Desa Jladri menggelar pertemuan di salah satu rumah warga untuk musyawarah dan membahas langkah lanjut yang akan diambil.

Pertemuan dihadiri oleh warga yang telah menandatangani kesepakatan pembebasan lahan dan telah membuat rekening pencairan dana ganti rugi maupun warga yang menolak proses pengadaan lahan. Perwakilan warga penolak proses pengadaan lahan JJLS, Taufiq Abdillah, menuturkan, musyawarah digelar karena adanya kegelisahan dan keresahan dari warga terdampak.

"Kita tegaskan lagi, semua warga terdampak pengadaan lahan JJLS di sini sepakat dan mendukung adanya pembangunan jalan tersebut. Sebagian warga yang menolak ini bukan menolak pembangunan jalannya, namun proses pengadaan lahannya yang kurang transparan. Warga yang terdampak telah menyatukan persepsi, bahwa kita semua adalah korban kesewenang-wenangan pantia pengadaan lahan JJLS. Kita semua merasa telah dipermainkan," paparnya.

Warga terdampak akan terus mempertanyakan keadilan dan meminta pertanggungjawaban dari pihak terkait atas kegagalan pengadaan lahan JJLS karena dinilai sudah mempermainkan warga. Bahkan, pihaknya tak segan-segan untuk menempuh jalur hukum. 

Salah satu perwakilan warga yang telah menandatangani kesepakatan, Miftahul Hasani, mengutarakan, ia sangat kecewa atas pernyataan panitia dalam surat pemberitahuan pembatalan pengadaan lahan JJLS. Pasalnya dalam surat itu dinyatakan bahwa pengadaan tanah untuk pembangunan JJLS tidak jadi dilaksanakan pada tahun 2018 karena belum ada kesepakatan harga dengan masyarakat.

Menurutnya, sejumlah sertifikat milik warga yang sebelumnya berada di bank, harus diambil untuk keperluan pengadaan lahan JJLS dan dikumpulkan ke panitia.

"Kita sudah diminta untuk mengumpulkan sertifikat tanah dan membuka rekening. Katanya tidak lama lagi ganti rugi akan dicairkan. Lha ini kok malah gagal. Kita sangat kecewa. Kita siap tempuh jalur hukum atas gagalnya pembayaran ganti rugi pengadaan tanah JJLS ini," keluhnya.