Imbas Rencana Penghapusan Regident, Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Naik 10 Persen
Hukum & Kriminal

Imbas Rencana Penghapusan Regident, Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Naik 10 Persen

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Pembayaran pajak kendaraan bermotor di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kebumen meningkat hingga 10 persen. Peningkatan terjadi pada tiga bulan terakhir menjelang pergantian tahun 2019. Bahkan pada awal tahun, lonjakan wajib pajak yang membayar juga masih tinggi.

Pantauan sorot.co di Samsat Kebumen, antrean wajib pajak mengular guna membayar pajak kendaraan bermotor. Tempat duduk yang disediakan di ruang tunggu juga penuh sesak oleh para wajib pajak. Tidak hanya di dalam ruangan, di luar ruangan kepadatan sepeda motor juga terjadi di halaman gedung Samsat Kebumen.

Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Ahdi Rizaliansyah melalui KRI R Manggala mengatakan, peningkatan jumlah wajib pajak yang datang ke Samsat didominasi pajak tahunan. Hal itu juga dipengaruhi adanya sosialisasi program rencana penghapusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor oleh kepolisian.

"Dominasinya pajak tahunan dengan peningkatan 10-20 persen dibandingkan biasanya," ungkapnya, Kamis (3/1/2018) di ruang kerjanya.

Dijelaskannya, jika pada biasanya jumlah pembayaran wajib pajak yang datang ke Samsat berkisar 20.000 wajib pajak. Namun sejak Oktober hingga Desember 2018 peningkatan terus terjadi. Pada Bulan Oktober, wajib pajak yang membayar di Samsat Kebumen sebanyak 22.477, November 25.816, dan Desember 27.795. 

"Tidak ada tunggakan berkas tahun sebelumnya karena telah diselesaikan akhir tahun kemarin," katanya.

Manggala menambahkan, adanya rencana penghapusan Regident Ranmor berpengaruh besar terhadap ketaatan masyarakat dalam membayar pajak. Adanya lonjakan wajib pajak tersebut diakuinya juga mempengaruhi kinerja di Samsat Kebumen. Menurutnya, terkadang petugas harus bekerja melampaui jam dinas karena banyaknya wajib pajak yang membayar.

"Pelayanan hingga jam 15.00 WIB tetapi terkadang baru selesai pukul 16.30 WIB," terangnya.

Wajib pajak di Kabupaten Kebumen, lanjutnya, diimbau untuk patuh dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Pasalnya, sanksi tegas bakal diterapkan bagi wajib pajak yang telat membayar. Dimana, apabila membayar pajak melebihi batas pembayaran meskipun satu hari sudah dihitung telat.

"Sanksi yang telat satu bulan dikenakan 2 persen dari jumlah biaya pajak yang harus dibayar," tandasnya.