Bangkai Ikan Lumba-lumba Terdampar di Pantai Bopong Dikafani dan Dikubur
Peristiwa

Bangkai Ikan Lumba-lumba Terdampar di Pantai Bopong Dikafani dan Dikubur

Puring,(kebumen.sorot.co)--Perlakuan para nelayan Desa Surorejan, Kecamatan Puring, terhadap bangkai ikan lumba-lumba jenis moncong panjang yang terdampar di pantai Bopong desa setempat tergolong unik. Pasalnya, cara penguburan bangkai mamalia laut tersebut mirip dengan penguburan jenazah manusia.

Usai pendataan oleh petugas BKSDA Jawa tengah, bangkai lumba-lumba jenis moncong panjang kemudian dikafani. Sekujur tubuh bangkai ikan itu dibungkus dengan menggunakan kain kafan hingga hanya tampak moncong ekornya. Setelah itu, bangkai ikan lumba-lumba itu kemudian dikubur di liang lahat dengan kedalaman kurang lebih satu meter. Setelah dikuburkan, warga juga menaburkan bunga di atasnya.

Ketua Rukun Nelayan Desa Surorejan, Kasno menuturkan, prosesi ataupun cara penguburan tersebut sengaja dilakukan oleh warga nelayan sebagai bentuk penghormatan sekaligus penghargaan kepada ikan jenis tersebut.

Tidak ada maksud lain, ya hanya sebagai bentuk penghormatan dari kami saja sebagai nelayan,” terang Kasno.

Kasno menceritakan, penghormatan tersebut dilakukan karena ikan yang oleh warga setempat itu disebut sebagai ikan celengan sering menolong warga nelayan saat berada diperairan laut. Biasanya kalau nelayan mengalami musibah ditengah perairan laut, ikan jenis itu selalu muncul dan membantu. Ia mencontohkan, jika ada nelayan tenggelam atau kapal terbalik, kawanan ikan lumba lumba biasanya muncul dan membantu. 

Kalau nelayannya yang tenggelam ikan itu biasanya muncul dari bawah memanggul dan mengangkat nelayan ke permukaan air laut. Ya kayak pelampung,” papar Kasno.

Kasno sendiri heran dengan tingkah dan perilaku kawanaan ikan lumba-lumba yang banyak ditemukan di perairsan selatan jawa tersebut. Bahkan, pernah sebuah kapal nelayan yang mengalami mati mesin dan tidak dapat bergerak, dan pertolonganjustru datang dari kawanan ikan luba-lumba yang mendorong kapal hingga ke tepi pantai.

Oleh karena itu, ikan penolong nelayan yang terdampar di Pantai Bopong tersebuty diperlakukan istimewa layaknya sesama makhluk hidup yang sudak menolong.

Kita hanya ingin balas budi saja kepadanya, yang bisa kita lakukan ya hanya ini. Warga nelayan sini nggak berani dan nggak sampai hati untuk mencincang dan memakannya. Ini sudah sejak dulu, nenek moyang kami yang mengajarkan untuk saling menghormati, menghargai dan saling tolong menolong,” pungkasnya.