Cegah Kematian Ikan di Musim Hujan, Pembudidaya Siasati Dengan Buah Mengkudu
Ekonomi

Cegah Kematian Ikan di Musim Hujan, Pembudidaya Siasati Dengan Buah Mengkudu

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Musim penghujan bagi sebagian masyarakat khususnya petani merupakan harapan yang sangat dinantikan. Namun hal ini berbeda dengan para pembudidaya ikan yang justru dapat menjadi malapetaka. Pasalnya, kandungan asam tinggi pada air hujan dapat menjadi penyebab kematian ikan secara massal.

Berbagai cara dilakukan pembudidaya untuk mencegah terjadinya kematian massal ikan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan buah mengkudu atau dikenal masyarakat sebagai buah Pace. Mengkudu diyakini dapat menjaga keselamatan ikan yang dipelihara di kolam meskipun diguyur air hujan.

Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Pesona Wachidun Kusniyanto (45) mengatakan, saat peralihan musim dari kemarau ke penghujan, daya tahan tubuh ikan perlu ditingkatkan. Salah satu caranya yakni dengan memanfaatkan buah mengkudu. Daya tahan tubuh yang semakin baik, dapat meminimalisir terjadinya kematian ikan.

"Yang dimanfaatkan buah yang telah masak tetapi yang masih muda juga dapat dimanfaatkan," ungkapnya, Rabu (5/12).

Dijelaskannya, cara memanfaatkan buah mengkudu untuk ikan yakni dengan menghancurkannya baik dengan diremas atau blender. Setelah hancur, buah mengkudu tersebut dapat langsung ditabur ke dalam kolam ikan. Adapun dosisnya yakni satu buah mengkudu untuk dua kubik liter air. 

"Buah mengkudu ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh ikan," terangnya.

Setiap ikan, lanjut Wachidun, mempunyai ketahanan beradaptasi dengan keasaman yang bervariasi. Ikan yang tidak tahan beradaptasi dengan keasaman, tentunya akan cepat mati saat terjadi perubahan air secara mendadak. Air hujan yang mengandung asam tinggi dapat mematikan ikan yang dipelihara dalam kolam.

"Ini lumrah bagi peternak ikan di musim penghujan terutama ikan yang masih kecil," jelas warga RT 3 RW 2 Desa Jatimulyo Kecamatan Alian itu.

Wachidun menambahkan, untuk menetralisir keasaman akibat air hujan dapat memanfaatkan garam. Garam yang digunakan pun sembarang mulai dari garam khusus ikan ataupun garam dapur. Namun demikian, garam yang lebih direkomendasikan adalah garam khusus ikan mengingat kandungan murni NaCl (tanpa iodium).

"Garam bersifat sebagai buffer atau penjaga keasaman larutan. Dosisnya adalah setengah ons permeter kubik," tandasnya.