LPSPL Serang Beberkan Cara Pertolongan Pertama Pada Mamalia Laut Terdampar
Peristiwa

LPSPL Serang Beberkan Cara Pertolongan Pertama Pada Mamalia Laut Terdampar

Klirong,(kebumen.sorot.co)--Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang, Direktorat Jendral Pengelolaan Ruang Laut, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan sosialisasi penanganan mamalia laut terdampar kepada masyarakat Kecamatan Klirong, Selasa (04/11).

Sub Seksi Pendayagunaan dan Pelestarian LPSPL Serang memaparkan cara penanganan mamalia laut terdampar yang masih dalam kondisi hidup. Beberapa tekniknya yakni dengan mendekatinya secara hati-hati dan menghindarkan diri dari daerah mulut dan ekor spesies tersebut. Jika spesies berada di dalam air, harus diangkat secara perlahan atau diberi sokongan sehingga tubuh mamalia laut itu tetap terapung dalam air.

Warga juga harus memastikan posisi lubang nafas dan sirip dorsal berada di atas. Setelah itu lindungi lubang nafas dari pasir, benda asing maupun air. Bagian mata spesies itu juga harus dilindungi dari pasir atau benda asing lainya. Bagian lain yang harus dilindungi yakni sirip dada dan sirip ekor karena merupakan bagian vital.

Jika spesies terdampar di pantai berpasir, gali pasir yang ada di bawah sirip dada dan badan, lalu isi lubang galian tersebut dengan air untuk membantu mengurangi tekanan grafitasi pada spesies. Jika pantai berbatu, maka gunakan matras sebagai alas sehingga spesies tidak mengalami gangguan pernafasan lebih lanjut. Gunakan handuk atau selimut basah agar spesies tetap lembab. Jangan tutupi lubang nafas, terutama sirip punggung,” paparnya.

Jumadi menambahkan, saat menangani mamalia laut terdampar yang masih dalam kondisi hidup, diperlukan mengendalikan massa untuk meminimalisir stres pada spesies karena dapat menyebabkan kematian. Species juga harus dilindungi dari angin dan sinar matahari, sehingga spesies tidak mengalami dehidrasi. Jika kondisi cuaca bagus dan spesies sehat, spesies dapat dikembalikan ke laut menggunakan tandu. Saat spesies sudah tampak berada dikedalaman yang cukup, spesies dapat langsung dilepaskan. 

Jika melepaskan lebih dari satu spesies, pastikan mereka saling berdekatan dan melihat saat berenang menjauh,” ucapnya.

Warga juga dihimbau untuk segera melapor ke pihak terkait jika mengetahui adanya mamalia laut yang terdampar. Apabila ditemukan adanya darah yang keluar dari telinga, mata, lubang nafas atau lubang anus warga diminta untuk menunggu tim penolong. Warga diminta untuk tidak menyentuk atau berkoontak langsung karena dapat memungkinkan terjadinya transfer penyakit, sehingga lebih aman menggunakan sarung tangan.

Jumadi juga mengingatkan agar masyarakat agar tidak mengkonsumsi mamalia laut terdampar tunggal, karena dikhawatirkan mamalia laut yang terdampar itu sedang dalam kondisi sakit dan menular ketubuh manusia.

Kalau ada mamalia laut terdampar tunggal, jangan sampai ada yang mengkonsumsi, karena dikhawatirkan penyakitnya akan menular. Kita tahu penyakit antraks itu sudah menular ke manusia. Penyakit flu burung itu tadinya ada di unggas sekarang menular ke manusia. Jangan sampai penyakit yang ada di mamalia ini nantinya juga menular ke manusia,” tegasnya.