Terdampak Kondisi Cuaca, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Merangkak Naik
Ekonomi

Terdampak Kondisi Cuaca, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Merangkak Naik

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Jelang akhir tahun dan dipengaruhi curah hujan yang tinggi, harga sejumlah jenis sayuran mulai merangkak naik. Kenaikan dipicu lantaran tidak sedikit sayuran yang busuk terkena imbas curah hujan sehingga membuat harga jual yang meningkat.

Kenaikan komoditas sayuran juga terjadi di Pasar Tumenggungan Kebumen. Dari hasil pantauan Selasa (4/12/2018) pagi, harga kubis yang sebelumnya Rp 6 ribu perkilogram kini mencapai harga Rp 10 ribu satu kilogramnya. Sedangkan wortel harga biasanya Rp 8-10 tiap kilogram, kini mencapai Rp 12 ribu satu kilogram.

Untuk komoditas lain juga mengalami kenaikan seperti bawang putih ataupun cabai. Bawang putih yang biasanya Rp 20 ribu perkilogram kini menembus angka Rp 25 ribu. Sedangkan bawang merah, harganya masih stabil di pasaran dengan kisaran harga Rp 25 ribu perkilogram.

Sementara itu, harga cabai rawit juga mengalami kenaikan dari Rp 20 ribu tiap kilogram menjadi Rp 25 ribu. Cabai keriting mengalami kenaikan dari Rp 18 ribu setiap satu kilogram menjadi Rp 20 ribu. Sementara cabai besar baik hijau ataupun merah harga masih stabil yakni pada kisaran harga Rp 20 ribu tiap kilogram.

Salah satu pedagang di Pasar Tumenggungan, Ngasimatul Fitriah mengatakan, sejumlah sayuran di Kebumen yang dipasok dari Banjarnegara dan Wonosobo terkena imbas curah hujan tinggi. Pasalnya, panen sayur berkurang karena sebagian busuk akibat terguyur hujan terus menerus.

"Kalau pedagang yang memiliki sayuran tidak ada tempat penyimpanan juga menjadi busuk," ungkapnya.

Selain faktor cuaca, lanjut Fitri, kenaikan harga sayuran juga dipengaruhi naiknya permintaan sayuran dari luar daerah. Apabila daerah lain seperti Jakarta membutuhkan pasokan lebih, maka harga akan naik. Ia pun memprediksi, kenaikan harga sayuran akan terus terjadi terlebih menjelang Natal dan Tahun baru. 

"Harapannya harganya kembali turun dan pembelinya tetap ramai," tandasnya.