Pelaku Penganiayaan Divonis Denda, Korban Mengaku Tak Puas Putusan Pengadilan
Hukum & Kriminal

Pelaku Penganiayaan Divonis Denda, Korban Mengaku Tak Puas Putusan Pengadilan

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Siti Aminah, warga Desa Tirtomoyo Kecamatan Poncowarno yang menjadi korban penganiayaan Asmuni tetangganya sendiri mengaku tidak puas atas keputusan majelis hakim. Menurutnya, penganiayaan yang diterima dirinya tidak sebanding dengan hukuman yang diterima terdakwa yakni denda Rp 500.000.

"Ini tidak adil, jelas kami akan banding atau mencari keadilan lain," ungkap kakak Siti Aminah, Didin Aryani, Senin (3/12).

Salah satu pengurus Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI) Kebumen Kartiko Nur Rakhmanto mengatakan, putusan hakim tidak sesuai dengan tindak yang dilakukan oleh terdakwa. Menurutnya, korban pun masih dapat mencari keadilan jika merasa keberatan atas vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Kebumen. 

"Kami akan melaporkan kejadian ini kepada Ombudsman, Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Mabes Propam, Kementerian Hukum dan HAM serta tidak menutup kemungkinan ke Mahkamah Agung," katanya.

Sementara itu, Pakar Hukum H Muhammad Khambali menegaskan, dalam Pasal 67 KUHAP disebutkan, terdakwa atau penuntut umum berhak untuk minta banding terhadap putusan pengadilan tingkat pertama, kecuali terhadap putusan bebas, lepas dari segala tuntutan hukum yang menyangkut masalah kurang tepatnya penerapan hukum dan putusan pengadilan dalam acara cepat. Perkara Aminah, diakuinya masuk pada kategori putusan pengadilan dalam acara cepat.

"Mengacu pada Pasal 67 KUHAP tidak bisa melakukan banding," terangnya.

Kendati demikian, korban masih dapat mengajukana gugatan perdata berupa Gugatan Perbuatan Melawan Hukum yang isinya ganti rugi. Dasar hukumnya adalah pasal 1365 KUH Perdata. Hal ini pula mendasari vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Kebumen yang mengadili Asmuni.

"Korban bisa menggugat perdata. Ini meliputi kerugian materiil dan immateriil. Materiil berupa biaya visum, transport dan lain sebagainya. Sedangkan immateriil bisa berupa kerugian nama baik dan lain sebagainya," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Siti Aminah warga Desa Tirtomoyo Kecamatan Poncowarno menjadi korban pemukulan yang dilakukan Asmuni tetangganya sendiri. Kejadian pada Oktober lalu itu berbuntut panjang karena korban menempuh jalur hukum atas peristiwa itu dengan melaporkan ke Polsek Poncowarno.

Akibat pemukulan sebanyak empat kali di mukanya, korban mengalami luka pangkal hidung lebam, bibir sobek, kelopak mata, dan bawah mata kiri merah. Selain itu, jari kelingking tangan kirinya terkilir akibat berusaha menangkis pukulan Asmuni. Hasil persidangan, Hakim tunggal Agung Prasetyo menvonis Asmuni denda Rp 500 ribu atau diganti kurungan 1 bulan penjara.