Pelatihan Kader Fatayat NU, Perempuan Jadi Pendidik Keluarga Berkualitas
Peristiwa

Pelatihan Kader Fatayat NU, Perempuan Jadi Pendidik Keluarga Berkualitas

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Pengurus Cabang Fatayat NU Kebumen menggelar Latihan Kader Lanjut (LKL) di Pondok Pesantren Al-Muttaqin, Desa Muktisari, Kecamatan Kebumen, 1-2 Desember 2018. Pelatihan digelar sebagai upaya untuk membangun kapasitas dan kualitas kader pasca mengikuti Latihan Kader Dasar (LKD).

Ketua Panitia LKL, Siti Nur Rohmah mengungkapkan, pelatihan kader itu diikuti oleh 52 kader yang terdiri dari 20 Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat NU.

"Peserta ini merupakan kader pilihan dimasing-masing PAC yang sebelumnya telah mengikuti LKD. Jadi LKL merupakan jenjang kaderisasi kedua. Setelah LKL, ada jenjang kaderisasi berikutnya yang harus diikuti dalam proses kaderisasi, yakni TOT dan TOI," jelas Siti Nur Rohmah.

Sejumlah materi yang diberikan dalam latihan tersebut, diantaranya Ke-NU-an dan Aswaja, Kefatayatan, Analisis Sosial dan Gender, Adfokasi Kebijakan Publik, Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi, Teknik Komunikasi, Networking dan Manajemen Konflik yang dtutup dengan evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut (RTL). 

"Pemateri dalam LKL ini diisi oleh Tim pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Tengah dan PCNU Kabupaten Kebumen," ucapnya.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat Kebumen, Siti Mardiyah menuturkan, LKL dengan mengusung tema Menjadi Kader Fatayat Milenial yang Kreatif, Inofatif dan Bermanfaat Bagi Umat tersebut digelar untuk penguatan basis kaderisasi.

"LKL ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas kader fatayat. Kita tau wanita adalah tiang negara. Insyaallah kalau perempuan-perempuannya berkualitas maka negara pun akan maju," jelas Mardiyah.

Terlebih, anggota fatayat adalah perempuan-perempuan usia produktif yang mayoritas ibu-ibu muda. Diharapkan mereka kedepan dapat menjadi pendidik pertama di keluarga dan ibu rumah tangga yang berkualitas. Sehingga terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah dan anaknya akan menjadi anak yang shalih shalihah.

"Keluarga merupakan institusi terkecil namun juga terpenting di tengah masyarakat. Di sinilah peran penting perempuan, khususnya didalam proses pendidikan anak dalam sebuah keluarga," tandasnya.