Wabup Minta Desa Bentuk BUMDes untuk Pengembangan Ekonomi
Pemerintahan

Wabup Minta Desa Bentuk BUMDes untuk Pengembangan Ekonomi

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Wakil Bupati Kebumen, K.H Yazid Mahfudz meminta pemerintah desa membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk pengembangan ekonomi lokal. Pemerintah desa diharapkan dapat memanfaatkan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa yang telah diberikan pemerintah pusat serta daerah dengan baik. 

Yazid mengatakan, jumlah DD untuk seluruh desa di Kebumen 359 miliar dan ADD Rp 129 miliar harus dikelola bukan saja pembangunan fisik semata. Pemerintah desa harus berupaya mengembangkan ekonomi lokal sesuai dengan potensi yang dimiliki desa masing-masing. 

"Desa merupakan ujung tombak pembangunan pemerintah baik pusat maupun daerah," katanya di Bursa Inovasi Desa, Jumat (8/11/2018).

Dalam mendukung pengoptimalan pembangunan ekonomi, perlu adanya sinkronisasi program antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat hingga pihak ketiga. Tentunya dengan adanya bursa inovasi desa dapat menjadi sarana tukar menukar inovasi desa.  

Sementara itu, Kepala Dispermades PPPA Kebumen Muh. Amirudin mengungkapkan, pihaknya terus mendorong penguatan kapasitas desa untuk peningkatan produktivitas desa. Bursa inovasi desa diharapkan meningkatkan inovasi dalam kewirausahaan dan pengembangan ekonomi lokal masing-masing desa.

"Jaring inovasi desa dan modifikasi disesuaikan potensi desa masing-masing," katanya.

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Wakil Bupati Kebumen, K.H Yazid Mahfudz meminta pemerintah desa membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk pengembangan ekonomi lokal. Pemerintah desa diharapkan dapat memanfaatkan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa yang telah diberikan pemerintah pusat serta daerah dengan baik.

Yazid mengatakan, jumlah DD untuk seluruh desa di Kebumen 359 miliar dan ADD Rp 129 miliar harus dikelola bukan saja pembangunan fisik semata. Pemerintah desa harus berupaya mengembangkan ekonomi lokal sesuai dengan potensi yang dimiliki desa masing-masing.

"Desa merupakan ujung tombak pembangunan pemerintah baik pusat maupun daerah," katanya di Bursa Inovasi Desa, Jumat (8/11/2018).

Dalam mendukung pengoptimalan pembangunan ekonomi, perlu adanya sinkronisasi program antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat hingga pihak ketiga. Tentunya dengan adanya bursa inovasi desa dapat menjadi sarana tukar menukar inovasi desa.

Sementara itu, Kepala Dispermades PPPA Kebumen Muh. Amirudin mengungkapkan, pihaknya terus mendorong penguatan kapasitas desa untuk peningkatan produktivitas desa. Bursa inovasi desa diharapkan meningkatkan inovasi dalam kewirausahaan dan pengembangan ekonomi lokal masing-masing desa.

"Jaring inovasi desa dan modifikasi disesuaikan potensi desa masing-masing," katanya.