Ratusan Warga vs MTA Nyaris Bentrok, Aparat Turun Tangan
Peristiwa

Ratusan Warga vs MTA Nyaris Bentrok, Aparat Turun Tangan

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Kejadian bentrok nyaris terjadi antara masyarakat Desa Kemujan Kecamatan Adimulyo dengan warga Majelis Tafsir Al Quran (MTA), Kamis (8/11/2018). Itu dipicu kekesalan masyarakat Adimulyo akibat pihak MTA kekeuh akan tetap melakukan kajian rutin di Sekretariat MTA Cabang Adimulyo.

Beruntung, warga yang sudah geram berhasil dicegah aparat yang bertugas baik dari kepolisian, TNI dan Satpol PP. Bahkan untuk meredakan situasi dan keamanan, Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar beserta Dandim 0709 Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang datang ke lokasi.

Masyarakat yang sejak pagi tidak ada aktivitas di sekretariat MTA mendadak berkerumun ketika warga MTA datang. Negosiasi yang dilakukan Kapolsek Ayah Iptu Heru Sunyoto kepada warga MTA untuk agar menunda kajian tidak berhasil. Masyarakat pun kemudian mencari kerumunan MTA yang berkumpul di Utara kantor Kecamatan yang berjarak 500 meter dari sekretariat MTA.

Salah satu warga MTA, Siti Ninghunah (53) dari Kelurahan Jatiluhur Karanganyar mengatakan, ia bersama puluhan warga MTA dari berbagai kecamatan kekeuh melakukan kajian karena merupakan bentuk ibadah. Adanya penolakan masyarakat, ia pun tetap akan melakukan kajian rutin setiap Kamis sore di Sekretariat MTA Cabang Adimulyo.

"Yang kita kaji kan Al Quran dan Hadits. Kami berharap masyarakat saling menghormati," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar mengungkapkan, pihaknya dalam hal ini telah berupaya untuk meredam situasi agar tidak memanas. Masyarakat telah diminta untuk tidak melakukan aksi. Sedangkan pihak MTA telah diminta Kemenag menunda kegiatan di Adimulyo. 

"Untuk keamanan bersama, warga MTA jika akan melakukan kajian tidak diperkenankan masuk," tuturnya.

Sementara itu, hingga berita dikirimkan ratusan warga Adimulyo masih berjaga-jaga di dekat kantor kecamatan Adimulyo dengan pengamanan kepolisian. Warga MTA yang tadinya hendak melakukan kajian pergi meninggalkan karena diusir warga. Sedangkan sebanyak enam mobil warga MTA dari Kebumen dalam perjalanan menuju Adimulyo.