Pertahankan Pelestarian Ebleg, Forum EKA Wacanakan Standarisasi Tarif
Budaya

Pertahankan Pelestarian Ebleg, Forum EKA Wacanakan Standarisasi Tarif

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Forum Ebleg Kebumen Aji (EKA) mewacanakan untuk melakukan standarisasi tarif ebleg (kuda lumping). Standarisasi itu bakal disesuaikan dengan tingkatan baik desa, kecamatan, kabupaten maupun luar daerah. Hal itu berkaitan agar menjaga kelestarian budaya ebleg yang ada di Kabupaten Kebumen.

Pasalnya, dalam setiap penampilan ebleg memerlukan berbagai persiapan maupun sajen (persembahan) yang tidak sedikit. Sajen yang umumnya ada dalam penampilan ebleg antara lain ayam panggang, kinangan, pisang lengkap, gula batu, kembang tujuh rupa, kembang sawuran, jajan pasar, menyan putih, dupa, kelapa muda dan lain sebagainya.

Ketua Forum EKA Ki Gede Slamet Sodirin (43), mengatakan dengan adanya standarisasi tarif penampilan ebleg, maka setiap grup ebleg dapat terus bertahan melestarikan budaya. Diakuinya, perkembangan ebleg di Kebumen lebih berkembang dibanding 3 tahun berakhir. Terlihat dari jumlah penonton pertunjukan ebleg minimal 200 orang.

"Forum ini untuk membangun komunikasi antar pelaku seni ebleg sekaligus mengayomi dan melindungi melalui program yang ada," ungkapnya, Kamis (11/10/2018) di Kebumen.

Forum EKA terbentuk sejak 1 Februari 2018 di Podohurip Kecamatan Petanahan kini telah terdiri dari 200 grup ebleg di Kebumen dari berbagai kecamatan. Sementara terkait jenis ebleg di Kebumen, ada beberapa model ketika dilihat dari jenis tarian yaitu Mataraman, Prajuritan, Banyumasan, Sigrak Kebumenan. 

Sementara itu, Ki Wardi (30) dari Paguyuban Pecinta Kuda Lumping Kebumen (PPKLK), mengungkapkan forum EKA bukan saja mengayomi pelaku seni tetapi juga pecinta ebleg di Kebumen. Diakuinya, keanggotaan pecinta ebleg yang dimilikinya telah mencapai 29.000 lebih yang tidak hanya di Kebumen tetapi juga di perantauan.