Pembahasan Sistem Kebut Semalam APBD, Keseriusan Pemkab Dipertanyakan
Pemerintahan

Pembahasan Sistem Kebut Semalam APBD, Keseriusan Pemkab Dipertanyakan

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Proses pembahasan Raperda APBD di Kabupaten Kebumen dilakukan secara maraton. Setelah APBD Perubahan 2018 kemarin, pembahasan Rancangan APBD 2019 juga bakal dihelat secara maraton. Dengan pembahasan Sistem Kebut Semalam (SKS), keseriusan Pemkab dalam menentukan kebijakan APBD dipertanyakan.

Ketua Komite Kajian Kebijakan Daerah (K3D) Kebumen Hariyanto, mengatakan pembahasan APBD yang dilakukan eksekutif dan legislatif disebutnya hanya seperti formalitas tanpa substansi kejelasan. Ia pun mempertanyakan apakah Rancangan APBD tersebut benar-benar dibahas oleh fraksi ataupun mendapatkan pencermatan yang detail.

"Saya pesimis pencermatan RAPBD betul-betul digarap dengan serius. Terlebih ketiadaan Sekda definitif di Kebumen. Saya juga berharap adanya pelibatan masyarakat dan dibukanya ruang publik dalam pembahasan RAPBD," ungkapnya, Senin (8/10/2018) di Malindo Corner.

Menurut Hariyanto, pembahasan APBD di Kebumen pun belum sepenuhnya mengacu pada Permendagri tentang Penyusunan APBD Provinsi, Kabupaten atau Kota. Ia pun mengingatkan agar pembahasan APBD tidak menjadi ajang project bagi wakil rakyat. Terlebih, menjelang tahun politik menjadikan pembahasan APBD rawan terjadinya politisasi anggaran. 

"Pembahasan memang berawal dari komisi untuk menyerap aspirasi yang nantinya APBD diperuntukkan untuk para konstituen DPRD. Itu sah-sah saja tetapi yang terpenting tidak menggunakan objek APBD untuk project pribadi," tegasnya.

Terkait besaran alokasi anggaran untuk gaji pegawai, Hariyanto mengingatkan perlu adanya efisiensi dengan mengoptimalkan pelayanan yang lebih modern. Seperti halnya penerapan pelayanan secara elektronik untuk meminimalisir gaji pegawai.

"Pemkab juga mesti mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah agar tidak terus bergantung pada Dana Perimbangan," tandasnya.