Keluarga Gus Dur Dukung Jokowi - Maruf, Ini Sikap Jaringan Gusdurian Kebumen
Peristiwa

Keluarga Gus Dur Dukung Jokowi - Maruf, Ini Sikap Jaringan Gusdurian Kebumen

Kebumen, (kebumen.sorot.co)--Beberapa waktu yang lalu, keluarga presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur telah menyatakan dukungan politiknya kepada pasangan nomor urut 01 Jokowi Widodo-Maruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Deklarasi dukungan tersebut dibacakan langsung oleh putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid di Rumah Pergerakan Politik Gus Dur, Jalan Kalibata Timur I No 12, Kalibata, Jakarta Selatan. Selain keluarga Gus Dur, sembilan organisasi yang tergabung dalam Konsorsium Kader Gus Dur juga dikabarkan telah menyatakan dukungan yang sama.

Kendati demikian saat ditemui sorot.co di Base Camp Jaringan Gusdurian Kebumen, Desa Kembaran, Kecamatan Kebumen, Koordinator Jaringan Gusdurian Kebumen, Humam Rimba menegaskan bahwa pihaknya tetap patuh dan mengikuti sikap jaringan Gusdurian Nasional.

"Sikap kita sama dengan sikap Koordinator Nasional (Kornas) yakni Alissa Wahid, bahwa Jaringan Gusdurian tidak berpolitik praktis. Bahwa untuk masing-masing individu atau personal punya sikap politik, itu tidak masalah, monggo," ujar Rimba kepada sorot.co, Jumat (05/10/2018).

Lebih jauh Rimba menjelaskan, adanya sembilan organisasi yang tergabung dalam Konsorsium Kader Gus Dur dan Jaringan Gusdurian itu merupakan bentuk spektrum gerakan Gus Dur yang sangat luas. Gus Dur sebagai politisi juga Gusdur sebagai pejuang demokrasi dan Gus Dur sebagai pejuang rakyat. 

"Gus Dur sebagai pejuang rakyat diwarisi atau dijaga oleh Jaringan Gusdurian. Sementara Gus Dur sebagai politisi diikuti oleh para kader politik Gus Dur," jelas Rimba.

Menurut dia, yang beberapa waktu lalu menyatakan sikap mendukung pasangan nomor urut 01 Jokowi Widodo - Maruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019 merupakan konsorsium kader Gus Dur yang ada di berbagai kelompok. Sementara Jaringan Gusdurian tetap pada jalur politik Kebangsaan, tidak akan masuk ke isu-isu politik praktis atau politik elektoral akan tetapi fokus pada nilai-nilai.