Layanan Terpadu Satu Atap Mampu Putus Rantai Birokrasi Bagi Buruh Migran
Pemerintahan

Layanan Terpadu Satu Atap Mampu Putus Rantai Birokrasi Bagi Buruh Migran

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) bagi pekerja migran Indonesia (PMI) diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan secara offline. LTSA merupakan salah satu amanat Undang-undang nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia yang menjadi perpaduan pelayanan dari beberapa instansi untuk PMI.

Untuk di daerah, setidaknya ada 7 hingga 8 organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan langsung terhadap PMI. Seperti halnya di Kebumen yang terlibat antara lain kepolisian, Dinas Kesehatan, Disnaker KUKM, Imigrasi, Dispermades PPPA, Dinas Kependuduka dan Pencatatan Sipil, Dinsos PPKB.

Koordinator Migran Care Kebumen Syaiful Anas, mengatakan jika selama ini pelayanan maupun proses penanganan PMI masih dilakukan sendiri oleh masing-masing instansi terkait. Dengan adanya pelayanan satu atap ini, pelayanan maupun penanganan jika terjadi permasalahan terhadap pekerja migran dapat teratasi dengan baik.

"Pengurusan dokumen, pelayanan, penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia akan semakin transparan dan efisien," ungkapnya usai FGD Layanan Terpadu Satu Atap yang dihelat Migran Care, Jumat (28/9/2018) di Mexolie Hotel Kebumen.

Kendati tidak diwajibkan bagi setiap kabupaten untuk membentuk LTSA, namun Anas mengharapkan Kebumen dapat membentuk. Hal ini tidak terlepas dari kondisi Kabupaten Kebumen yang menjadi salah satu kantong PMI di Jawa Tengah. Ia pun berharap, dengan LTSA tidak akan ada lagi PMI yang bermasalah di luar negeri. 

"Banyuwangi saja sudah membuktikan dapat membuat pelayanan yang baik, semestinya Kebumen juga mampu mengingat sebagai kantong PMI," terangnya.

FGD Layanan Terpadu Satu Atap tersebut mengambil narasumber Kasi Penempatan Tenaga Kerja Disnaker KUKM Kebumen Wahyudi dan Syaiful Anas sendiri. Sedangkan peserta dari perwakilan OPD yang berkaitan dengan PMI, organisasi buruh migran, ormas keagamaan, maupun organisasi kepemudaan.