Petani Mengeluh Harga Hasil Panen Tembakau Anjlok
Ekonomi

Petani Mengeluh Harga Hasil Panen Tembakau Anjlok

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Musim kemarau yang berkepanjangan ternyata menjadi kabar yang menyenangkan bagi petani tembakau di Kebumen. Seperti tahun ini dimana musim kemarau yang lebih panjang menjadikan hasil panen meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Akan tetapi kondisi tersebut tidak diiringi dengan kenaikan harga jual yang justru mengalami penurunan.

Mukadim salah satu petani tembakau Desa Logandu Kecamatan Karanggayam, menjelaskan harga jual tembakau kering pada panen tahun lalu mencapai Rp 80.000 untuk satu kilogram. Namun jika pada panen tahun ini harga jual satu kilogram tembakau kering hanya Rp 70.000.

"Hasil panen lebih baik karena kemarau lebih panjang. Semoga panen yang akan datang harganya juga baik," tutur Mukadim yang juga seorang Linmas Desa Logandu, Rabu (26/9/2018) di lokasi Panen tembakau bersama Plt Bupati.

Menurutnya, jenis tembakau yang ditanam di wilayahnya ada dua jenis yakni Ontel dan Jero. Terkait kualitas, diakuinya tidak terlalu berbeda namun untuk penjualan lebih mudah jenis Jero. Hal itu disebabkan karena permintaan dari pecinta tembakau lebih menyukai jenis Jero dibandingkan Ontel. 

"Katanya kalau Jero rasanya lebih enak dan ada bau wanginya," jelasnya.

Dijelaskan, masa panen tembakau settelah tanaman berusia sekitar 70 hari pasca tanam. Daun tembakau yang diambil hanyalah 8 helai daun dari yang terbawah. Usai panen, daun tersebut disimpan di dalam ruangan sekitar 6 hari agar daun layu. Selanjutnya, daun dirajang (dipotong), dianjang (ditata), dan dijemur di atas papan anyaman bambu.

"Kalau panasnya bagus seperti ini, penjemuran cukup 3 hari sebelum dijual," jelasnya.