Dikejar Waktu, Dewan Bakal Maraton Gelar Paripurna APBD Perubahan
Pemerintahan

Dikejar Waktu, Dewan Bakal Maraton Gelar Paripurna APBD Perubahan

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--DPRD Kabupaten Kebumen bakal menggelar sidang paripurna secara maraton untuk membahas Raperda APBD Perubahan tahun 2018. Hal itu ditempuh lantaran batas waktu akhir penetapan APBD Perubahan yang semakin mepet. Pada Minggu terakhir September, rencananya dewan akan menggelar maraton sidang paripurna setiap hari.

Sesuai Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, pengambilan keputusan Raperda Perubahan APBD dilakukan DPRD bersama Kepala Daerah paling lambat tiga bulan sebelum tahun anggaran berakhir. Hal itu ditegaskan melalui Permendagri nomor 33 tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan APBD tahun 2018 bahwa penetapan perubahan APBD paling lambat akhir September.

Raperda Perubahan APBD tahun anggaran 2018 disampaikan Plt Bupati KH Yazid Mahfudz ke DPRD dilakukan, Senin (24/9/2018) dalam rapat paripurna. Pada kesempatan itu juga disampaikan tiga Raperda lain yaitu Raperda Retribusi Pelayanan Tera / Tera Ulang, Raperda Rencana Pembangunan Industri Kabupaten, dan Raperda Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal.

Yazid Mahfudz mengungkapkan, jumlah pendapatan Kebumen berkurang Rp 10 miliar lebih dari awalnya Rp 2,64 triliun menjadi Rp 2,63 triliun. Hal itu dipicu turunnya dana perimbangan dan pendapatan daerah lain yang sah. Dana perimbangan awalnya Rp 1,68 triliun turun menjadi Rp 1,66 triliun, sedangkan pendapatan daerah lain turun dari Rp 616 miliar menjadi Rp 608 miliar.

"Pendapatan asli daerah mengalami kenaikan 4,83 persen dari Rp 347.309.619.000 menjadi Rp 364.092.341.000," tuturnya saat membacakan nota keuangan.

Untuk pos belanja perubahan APBD tahun 2018, belanja tidak langsung, berkurang dari Rp Rp 1,728 triliun menjadi Rp 1,725 triliun. Sementara untuk belanja langsung justru mengalami kenaikan 3,80 persen dari Rp 1,083 triliun menjadi Rp 1,125 triliun lebih. Sehingga dalam Rancangan Perubahan APBD menyisakan defisit Rp 213 miliar lebih. 

"Defisit pembiayaan ditutup dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp 225.635.495.000 yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2017 dan sisanya Rp 11.750.000.000 merupakan anggaran pengeluaran pembiayaan yang dipergunakan untuk investasi pada BUMD dan pemberian pinjaman," tutupnya.

Sidang paripurna terkait Perubahan APBD tahun 2018 akan dilanjutkan esok hari, Selasa (25/9/2018) dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi atas Raperda. Sidang paripurna tadi, dipimpin Ketua DPRD Kebume Cipto Waluyo yang didampingi Wakil Ketua Miftahul Ulum.