Membumikan Kitab Kuning, Puluhan Santri Turun Gunung
Peristiwa

Membumikan Kitab Kuning, Puluhan Santri Turun Gunung

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Puluhan santri dari berbagai macam pondok pesantren se-Kabupaten Kebumen beradu ketangkasan dalam membaca dan mempresentasikan kitab kuning di panggung Pesantren Expo 2018, Jumat (14/9). Kegiatan ini digelar oleh komunitas santri bersama forum UMKM online Kebumen di Halaman Perpustakaan Daerah Kebumen, 13-30 September 2018,

Selain membaca sekaligus memaknai, para peserta juga dituntut untuk dapat mempresentasikan maksud dan isi kandungan teks yang ada dalam kitab kuning tersebut. Kitab berwarna kuning berbahasa arab tanpa tanda baca itu dikenal sangat sulit untuk dibaca apalagi dipahami oleh masyarakat di luar kalangan pesantren pada umumnya.

Kriteria penilaian dalam gelaran lomba tersebut, yakni adab, kerapian, bacaan, penjelasan dan penerapan ilmu alat. Peserta dengan nilai tertinggi dalam lomba tersebut akan memperoleh nilai 90, sedangkan peserta dengan nilai terendah akan memperoleh nilai 30. Pengumuman hasil penilaian atau juara dalam lomba itu akan disampaikan pada hari Minggu (16/09) mendatang.

Ketua tim penyelenggara, Imam Nur Hidayat menuturkan, perhelatan lomba membaca kitab kuning atau yang sering disebut dengan kitab gundulan khas pesantren tersebut digelar dengan melibatkan 24 santri dari berbagaimacam pondok pesantren yang ada di Kebumen.

"Adu ketangkasan ini merupakan upaya membumikan kitab kuning yang selama ini terkesan sulit dibaca dan dipahami oleh kalangan awam atau masyarakat diluar pondok pesantren," ujar Imam.

Menurut Imam, kitab kuning yang khas di pelajari oleh para santri di pondok pesantren itu perlu dikenalkan kepada khalayak umum dengan cara-cara yang kreatif dan inovatif seperti yang kini telah digelar dalam Pesantren Expo. 

"Kita ingin mengenalkan kepada masyarakat Kebumen umumnya, bahwa kitab kuning tidaklah eksklusif dan hanya bisa dipelajari dan dipahami oleh kalangan tertentu saja. Semua bisa belajar kitab tersebut dan itu tidak sulit," jelasnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya event yang sepanjang sejarah baru kali pertama digelar di Kebumen itu nantinya dapat menjadikan warna tersendiri di Kebumen, khususnya di dunia pesantren.

"Kedepan kita buktikan bahwa pesantren mampu mengikuti perkembangan dan gerak zaman. Kita selalu mengaplikasikan nilai-nilai lama yang baik serta mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik, sebagaimana slogan kita di pesantren, yakni selalu berpijak pada kebaikan lama dan bijak dalam merespon kekinian," pungkasnya.