Libur Tahun Baru Hijriah, Pasar Pagi Tumenggungan Sepi Aktivitas
Ekonomi

Libur Tahun Baru Hijriah, Pasar Pagi Tumenggungan Sepi Aktivitas

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Berbeda dengan hari-hari biasanya, pasar pagi yang ada di seputaran Pasar Tradisional Tumenggungan, Kebumen pada tanggal 1 Muharram ini tampak lengang. Aktivitas para pedagang maupun pembeli dari berbagai macam daerah yang biasanya berjubel ramai, tampak tak begitu ramai hingga siang.

Saat ditemui sorot.co, Bahrudin (43), salah satu pedagang menuturkan, kondisi pasar pagi yang sepi saat satu Muharram seolah sudah menjadi musiman pada setiap tahunnya. Pada hari-hari biasa, aktivitas di pasar pagi mulai ramai sejak pukul 02.00 WIB dini hari. Biasanya keramaian pedagang dan pembeli dari berbagai nacam daerah mencapai puncaknya pada antara pukul 03.00 WIB hingga pukul 05.30 WIB.

"Iya, memang sepi. Berbeda dengan hari-hari biasa, tanggal 1 Muharram pada setiap tahunnya memang sepi begini. Dari tadi, sejak pukul 03.00 WIB hingga sekarang pukul 04.30 WIB para pedagang maupun pembeli masih sepi seperti ini. Pokoknya bedalah kalau tanggal satu Suro," ujar Bahrudin.

Bahrudin mengungkapkan, sepinya pasar pagi di area komplek Pasar Tumenggungan itu dikarenakan oleh banyaknya aktivitas para pedagang maupun para pembeli di tempatnya masing-masing. Sehingga saat pasar pagi, banyak yang memilih untuk libur. 

"Pedagang yang jauh-jauh, seperti pedagang sayur dari Magelang, Wonosobo dan Temanggung juga hanya beberapa saja yang berangkat. Banyak yang meliburkan diri. Mungkin karena banyaknya acara di tempat masing-masing. Kalau unsur kejawennya saya sendiri kurang paham. Kenapa kalau satu suro pada tidak ke pasar pagi. Mulai besok paling juga sudah mulai ramai lagi," tuturnya.

Ditemui terpisah, Solihah, salah satu pembeli asal Kecamatan Pejagoan juga merasakan hal yang sama, yakni sepinya pasar pagi pada tanggal satu Suro ini. Dirinya juga menuturkan, sepinya pasar pagi tersebut dimungkinkan karena banyaknya aktivitas para pedagang dan pembeli baik pada malam maupun pagi harinya, bukan karena unsur kejawen.

"Ya, biasanya jam segini di pasar pagi sudah ramai berdesakan. Ini kok sepi, nyenyet. Mungkin pada sibuk sehingga tidak berangkat ke pasar. Saya rasa bukan karena itung-itungan kejawen yang melarang pergi ke pasar saat tanggal satu Suro," imbuhnya.