Sempat Buron, Seorang Remaja Terpidana Kasus Curanmor Dieksekusi
Hukum & Kriminal

Sempat Buron, Seorang Remaja Terpidana Kasus Curanmor Dieksekusi

Kebumen(kebumen.sorot.co)--Kejaksaan Negeri Kebumen mengeksekusi terpidana perkara kasus pencurian kendaraan motor (curanmor) yang sempat buron. Remaja berinisial AP (16) asal Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo ini ditangkap di rumahnya, Senin (10/9).

AP menjadi terpidana bersama rekannya yang kini masih buron berinisial AS (17), warga Kecamatan Wadaslintang. AP divonis kurungan penjara 6 bulan sedangkan AS 8 bulan seperti keputusan kasasi Mahkamah Agung. Namun saat jaksa akan mengeksekusi, diketahui keduanya telah pergi meninggalkan tempat tinggalnya.

Adapun kasus pencurian motor sendiri terjadi pada 11 Mei 2017 dini hari di Desa Sendangdalem Kecamatan Padureso Kebumen. Keduanya membawa pergi motor milik Machmudin warga Sendangdalem dengan menuntun hingga beberapa kilometer. Atas perbuatannya, penyidik Polsek Padureso menahan keduanya karena melanggar pasal 363 KUH Pidana.

Pada persidangan di PN Kebumen, JPU Trimo 15 Juni 2017 menuntut AS 8 bulan dan AP 6 bulan penjara. Namun, Hakim Agung Prasetyo hanya menvonis dengan pelatihan kerja. Menilai tidak sesuai, JPU melakukan banding ke PT Semarang yang kemudian diputuskan keduanya divonis kurungan badan. Kuasa hukum terdakwa mengajukan kasasi ke MA namun keputusan hakim 20 November 2017 justru menguatkan tuntutan jaksa.

Kajari Kebumen Erry Pudyanto Marwantono menjelaskan, saat hendak menindaklanjuti keputusan kasasi AP pergi ke Jambi sedangkan AS diketahui di Kalimantan. Pihaknya juga beberapa kali telah melayangkan pemanggilan namun tidak ada respon dari yang bersangkutan.

"Kami melakukan penjajakan dan pembatasan ruang gerak terpidana. Dua hari terakhir kami memperoleh informasi bahwa AP pulang dan akhirnya dapat dieksekusi kali ini," ungkapnya.

Erry menegaskan, tidak ada tempat aman bagi pelaku kejahatan. Sekalipun berupaya kabur baik dalam tahap penyidikan, penuntutan maupun eksekusi, pihaknya akan melakukan pengejaran. Ia pun menegaskan, bagi siapapun yang berusaha membantu terdakwa atau terpidana dapat dilakukan tuntutan pidana. 

"Jika ada yang mencoba melindungi terdakwa, terpidana maupun menghalang-halangi upaya petugas akan dilakukan penuntutan," tegasnya.