Empat Tahun Menjabat, Kinerja Anggota DPRD Kebumen Kurang Maksimal
Peristiwa

Empat Tahun Menjabat, Kinerja Anggota DPRD Kebumen Kurang Maksimal

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--PMII menyayangkan kinerja DPRD Kabupaten Kebumen selama empat tahun yang dinilai kurang maksimal. Hal itu dapat dilihat dari sejumlah aspirasi yang tersampaikan melalui audiensi tidak kunjung ditindaklanjuti dengan tindakan nyata pemerintah.

Seperti nasib GTT/PTT yang hingga kini belum jelas dan masih adanya pungutan liar di sekolah negeri. Padahal, APBN telah mengalokasikan 20 persen untuk pendidikan. Namun yang patut disayangkan, alokasi pendidikan masih memprioritaskan untuk pengembangan fisik dan terkesan mengesampingkan kesejahteraan pendidik.

"Kami meminta dewan sebagai wakil rakyat beserta pihak terkait menyelesaikan persoalan ini," ungkap Ketua PMII Cabang Kebumen Solikhan, Senin (10/9) usai audiensi dengan DPRD Kebumen.

Solikhan mengharapkan, kinerja DPRD ke depan lebih menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat bukan hanya kinerja yang menguntungkan dirinya. Terkait semakin dekatnya pemilu 2019, ia pun mengharapkan calon legislatif yang akan berkompetisi memang benar-benar memahami tugas dan fungsinya sebagai anggota dewan. 

"Jangan sampai asumsi kami bahwa anggota DPRD hanya mewakili partai dan kaum pemodal semata benar adanya," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan mahasiswa beserta serikat buruh mendatangi kantor DPRD untuk menyampaikan aspirasi, Senin (10/9). Beberapa aspirasi yang disampaikan yakni persoalan GTT/PTT, pungutan liar di sekolah negeri, nasib erosi sungai Lukulo dan buruh yang belum memperoleh upah sesuai UMK.

Dalam audiensi tersebut, rombongan mahasiswa diterima Wakil Ketua DPRD Miftahul Ulum didampingi pimpinan Komisi A, B dan D. Dalam kesempatan itu, turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Ahmad Ujang Sugiyono, perwakilan DPKAD, dan Bagian hukum Setda.