Rendahnya Pemahaman Agama Picu Paham Radikalisme Berkembang
Sosial

Rendahnya Pemahaman Agama Picu Paham Radikalisme Berkembang

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Pemahaman agama yang relatif rendah dan sempit menjadi salah satu pemicu munculnya paham radikalisme. Faktor lainnya, kesenjangan sosial dan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah maupun sentimen agama yang berlebihan juga turut membuat radikalisme terus berkembang di Indonesia.

Pengasuh Ponpes Pakeongan yang juga Ketua Yayasan Masjid Agung Kebumen K. Ahmad Nasrulloh, mengatakan, fanatik terhadap agama merupakan sesuatu keharusan bagi pemeluknya. Seperti halnya muslim, harus fanatik dengan Al-Quran maupun hadis sebagai sumber hukum yang harus dipedomani.

"Fanatik agama itu harus, tetapi memahami agama ini yang perlu kehati-hatian agar tidak keliru," ungkapnya saat menjadi narasumber dialog publik tentang radikalisme yang dihelat PMII Kebumen dan DPD KNPI Kabupaten Kebumen, Selasa (28/8/2018) di Pascasarjana IAINU Kebumen.

Menurutnya, radikalisme telah muncul sudah sejak lama dan hingga kini terus tumbuh. Menurutnya, mahasiswa dan pemuda khususnya di Kebumen perlu membentengi diri dari pengetahuan agama seperti halnya belajar di pesantren. Pasalnya, radikalisme dalam kenyataannya selalu menimbulkan kekacauan. 

Ketua Cabang PMII Kebumen Solikhan mengungkapkan, diskusi publik bertujuan untuk memberikan pemahaman radikalisme bagi pemuda dan mahasiswa. Menurutnya, pemuda saat ini menjadi salah satu sasaran untuk penyebaran paham radikalisme sehingga diperlukan pencegahan sejak dini.

"Harapannya pemuda, tokoh agama, maupun masyarakat bersinergi dengan pemerintah dalam menangkal ideologi radikalisme," tuturnya.

Sementara itu, diskusi publik dengan tema peran pemuda dalam upaya deradikalisasi pemahaman agama yang intoleran itu diikuti 100 peserta dari mahasiswa dan ormas kepemudaan seperti KNPI, Karangtaruna dan Ansor. Dialog menghadirkan narasumber Nur Taqwa Setiyabudi Kepala Kesbangpol Kebumen, K Akhmad Nasrulloh dan Ahmad Murtajib.