Kejari Bidik Pelaku Dugaan Kredit Fiktif BKK Cabang Sempor
Hukum & Kriminal

Kejari Bidik Pelaku Dugaan Kredit Fiktif BKK Cabang Sempor

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Kejaksaan Negeri Kebumen mengendus adanya dugaan pengajuan kredit fiktif yang terjadi di Bank Perkreditan Rakyat-Badan Kredit Kecamatan (BPR BKK) Cabang Sempor tahun 2017 dan 2018. Penyidik dari Pidsus Kejari Kebumen tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mencari pelaku utama atas perkara yang terjadi di bank milik Pemkab Kebumen ini.

Kajari Kebumen Erry Pudyanto Marwantono melalui Kasi Pidana Khusus Pramono Budi Santoso mengatakan, perkara dugaan pengajuan kredit fiktif ini termasuk tindak pidana korupsi. Hal itu lantaran terjadi pada bank milik pemerintah daerah dengan saham dimiliki 51 persen oleh pemerintah provinsi dan 49 persen pemerintah kabupaten Kebumen.

"Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap 6 nasabah dan juga Direktur Utama BPR BKK Kebumen," ungkapnya, Senin (27/8/2018).

Penyidik Zaenurofiq mengungkapkan, dalam pemeriksaan para nasabah mengaku memang dirinya dipinjam namanya untuk pengajuan kredit. Dari peminjaman identitas sebagai pengajuan kredit setiap nasabah mendapatkan fee dari oknum pegawai BKK dengan jumlah yang bervariatif. 

"Ada nasabah yang memang sengaja meminjam tetapi tidak sejumlah kredit yang diajukan," terang Rofiq yang juga Kasi Datun Kejari Kebumen.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Kebumen menemukan dugaan pengajuan kredit fiktif yang terjadi di BPR BKK Cabang Sempor tahun 2017 dan 2018. Hal itu terendus berdasarkan laporan dari masyarakat dan diketahui lantaran angsuran bermasalah. Atas kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 373 juta.