Kenalkan Lingkungan, Puluhan Anak Usia Dini Diajak Kunjungi Tempat Konservasi Penyu
Pendidikan

Kenalkan Lingkungan, Puluhan Anak Usia Dini Diajak Kunjungi Tempat Konservasi Penyu

Klirong,(kebumen.sorot.co)--Puluhan siswa-siswi Kelompok Bermain (KB) Salsabil, Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong dikenalkan dengan binatang laut jenis penyu. Didampingi oleh wali siswa dan dewan guru, mereka berinteraksi langsung dengan tukik atau anakan penyu di area Konservasi Penyu Objek Wisata Kalibuntu, Desa Jogosimo, Sabtu (25/08/2018).

Keberadaan anak-anak dari satwa liar dilindungi tersebut menyita perhatian sejumlah siswa, wali siswa dan dewan guru yang jarang menyaksikan langsung dari dekat. Mereka diberik kesempatan untuk memberi makan tukik-tukik yang ada di tempat konservasi tersebut. Selain itu, peserta didik juga diajak mewarnai gambar penyu dengan menggunakan pasir dan diberi dongeng tentang penyu.

Salah satu dewan guru KB Salsabil, Siti Nasirotun mengungkapkan, kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 49 anak yang merupakan peserta didik KB Salsabil.

"Tujuan utama kita dalam kesempatan kali ini, adalah untuk mengenalkan penyu sejak dini kepada peserta didik. Kita ajak anak-anak untuk lebih mencintai dan menyayangi alam sebagaimana kita menyayangi dan mencintai keluarga," ujarnya.

Ia berharap, anak-anak didiknya mengetahui dan melihatnya secara riil, bahwa di lingkungannya juga hidup habitat penyu yang kelangsungan hidupnya kian terancam. Oleh sebab itu, pihaknya mengajak anak-anak usia dini tersebut untuk turut serta melestarikan dan menjaga penyu dari ancaman kepunahan. 

"Selama ini anak-anak tak mengenal penyu, bahkan saat di lokasi konservasi, ada anak-anak yang menyebut tukik atau anakan penyu itu kecebong atau anak katak. Nah, berangkat dari situlah kita merasa bahwa mengenalkan penyu kepada mereka itu sangat penting. Mereka juga kita kasih wawasan bahwa habitat penyu dilindungi oleh negara dan tidak boleh dibuat mainan apalagi dibunuh," jelasnya.

Salah satu pengurus konservasi penyu, Kastam mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dukungan dan turut serta dari sejumlah elemen yang telah mendukung jalannya proses konservasi yang ada di objek wisata Kalibuntu. Pihaknya berharap, upaya konservasi tersebut segera mendapat perhatian khusus dari dinas maupun pihak-pihak lain yang bergerak dan berwenang dibidang konservasi sumber daya alam.

"Kita menyadari masih banyak kekurangan di sana-sini, oleh sebab itu juga kita perlu dukungan baik dukungan moriil maupun meteriil dari seluruh macam pihak, karena ini merupakan konservasi penyu satu-satunya yang ada di Kebunen," katanya.