Potong Sapi Betina Produktif untuk Hewan Kurban Dapat Diancam Pidana
Hukum & Kriminal

Potong Sapi Betina Produktif untuk Hewan Kurban Dapat Diancam Pidana

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen meminta masyarakat tidak memotong sapi betina yang masih produktif untuk hewan kurban. Dinas mengharapkan rumah potong hewan (RPH) untuk dapat menjadi contoh bagi masyarakat umum tidak memotong sapi betina produktif.

"Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar stop melakukan pemotongan terhadap sapi betina produktif," ungkap Kepala Distapang Kebumen Pudjirahaju, Senin (20/8/2018).

Larangan tersebut dimaksudkan untuk mempercepat program swasembada daging sapi terkhusus di Kebumen. Namun menurut Pudjirahaju, masyarakat ataupun RPH boleh melakukan pemotongan sapi betina jika sudah memenuhi persyaratan tertentu. 

"Boleh memotong apabila sapi sakit atau sudah tidak produktif lagi seperti melahirkan lebih dari lima kali atau usia lebih dari delapan tahun," jelasnya.

Dijelaskannya, sebagai tanda bukti sapi betina produktif dapat dipotong terlebih dahulu harus diperiksa oleh dokter hewan. Nantinya, dokter hewan di Kebumen mengeluarkan surat keterangan status reproduksi (SKSR) atas sapi betina tersebut.

"Sejauh ini sudah ada yang meminta surat tersebut tetapi tidak banyak," jelasnya.

Adapun jika masyarakat ataupun rumah potong hewan melakukan pemotongan sapi betina produktif akan dikenakan sanksi yang cukup berat. Sesuai UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada pasal 18 ayat (4) disebutkan setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia besar betina produktif.

Sesuai dengan pasal 86 di dalam UU tersebut diatur sanksi pidana kurungan bagi orang yang menyembelih ternak ruminansia besar betina produktif paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun, dan denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 300 juta.