Dua Wakil Jateng Asal Kebumen Juara Nasional Lomba Desa Wanalestari
Pemerintahan

Dua Wakil Jateng Asal Kebumen Juara Nasional Lomba Desa Wanalestari

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Dua wakil Provinsi Jawa Tengah asal Kabupaten Kebumen, menggondol juara satu lomba Desa Wanalestari yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Keduanya yakni Kelompok Tani Hutan Klanceng Barokah Desa Kalipoh Kecamatan Ayah dan Yuri Dulloh dari Ambal Resmi.

Kelompok Tani Hutan Klanceng Barokah Desa Kalipoh yang mewakili Provinsi Jawa Tengah berhasil menggondol juara satu pada cabang Kelompok Tani Hutan. Sedangkan Yuri Dulloh secara perseorangan berhasil dinobatkan sebagai Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat.

Kelompok Tani Klanceng Barokah kini beranggotakan 100 petani lebah itu terbentuk sejak tahun 2015 silam. Saat ini, jumlah koloni yang dimiliki kelompok tani itu sudah mencapai 13.000 yang tersebar di desa setempat. Aset yang dimiliki kelompok tani tidak tanggung-tanggung yakni mencapai Rp 1,3 miliar.

Ketua Kelompok Tani Hutan Klanceng Barokah Kalipoh Muhammad Fatikhul Umam (28) mengatakan, pihaknya tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan ini. Dengan telah diakuinya sebagai juara nasional, secara tidak langsung kelompok tani hutan miliknya menjadi percontohan nasional.

"Semoga kedepan kami menjadi lebih baik lagi dan lebih bisa memberi manfaat. Kami ucapkan terima kasih atas suport pemerintah dan doa masyarakat Kebumen," ungkapnya, Selasa (7/8/2018).

Atas penghargaan yang diterima, Kelompok Tani Hutan Klanceng Barokah dan Yuri Dulloh akan menerima penghargaan di Jakarta pada kegiatan Temu Karya pemenang. Ia pun akan berkumpul bersama lima juara lain pada kategori yang berbeda. Usai memperoleh penghargaan, mereka berkesempatan ramah taman dengan Presiden Joko Widodo. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Kelompok Tani Hutan Klanceng Barokah Desa Kalipoh Kecamatan Ayah mewakili Jawa Tengah pada lomba Desa Wanalestari yang dihelat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penilaian oleh tim juri telah dilakukan di Kalipoh pada 12 Juli 2018 kemarin.

Adapun kriteria penilaian lomba meliputi pengelolaan usaha, kelembagaan dan kawasan. Dari segi hasil usaha, pemasaran telah menjangkau kota-kota besar di Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga Bali. Sementara pengelolaan kawasan, kelompok tani ini ikut andil dalam menjaga sumber daya air di wilayah setempat.