Komnas Perlindungan Anak dan P3AI Kebumen Desak Oknum Guru Cabul Dinonaktifkan
Hukum & Kriminal

Komnas Perlindungan Anak dan P3AI Kebumen Desak Oknum Guru Cabul Dinonaktifkan

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Komnas Perlindungan Anak Jawa Tengah dan Pemerhati Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (P3AI) Kebumen mendesak agar oknum guru cabul di SMAN 1 Pejagoan segera dinonaktifkan. Mereka pun mendorong aparat kepolisian untuk segera melakukan tindakan hukum yang jelas terhadap RF oknum guru olahraga itu.

Pasalnya, dugaan perbuatan cabul yang dilakukan terhadap siswinya bukan semata melanggar etika atau norma. Lebih dari itu, perbuatan RF juga sudah masuk ranah tindakan cabul karena menyentuh bagian sensitif muridnya yang masih di bawah umur. Hal itu tentu termasuk bagian dari tindakan kriminal murni.

"Kami meminta kepada BP2MK (Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus) Jawa Tengah untuk segera memberikan sanksi non aktif kepada RF sebagai guru. Apabila sudah ditemukan 2 alat bukti yang cukup dan kuat, kami meminta kepada pihak berwajib untuk segera menahannya," ungkap Syahrizal Guzri Ketua P3AI Kebumen usai melakukan koordinasi di SMAN 1 Pejagoan, Sabtu (4/8/2018).

Menurutnya, apabila hal tersebut tidak dilakukan, dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan siswa dalam proses belajar. Wali murid atau orang tua pun menjadi resah atas keselamatan anaknya, lantaran khawatir menjadi korban RF berikutnya. Ia pun sangat menyesalkan hanya sanksi pengurangan jam yang diberikan kepada RF. 

"Sanksi itu sangat tidak adil. RF hanya diberikan sanksi administratif oleh BP2MK Jawa Tengah dalam bentuk mengurangi jam tugas mengajar," tuturnya.

Seperti diketahui, oknum guru olahraga SMAN 1 Pejagoan diduga melakukan pencabulan terhadap siswinya. RF, oknum guru tersebut melakukan aksi pencabulan dengan mengancam menyebarkan foto bugil siswanya yang diambil sebelum pelajaran renang. Ironisnya, praktik yang dilakukan RF diketahui terjadi sejak tahun 2005 dan telah banyak merenggut korban.