Kerja ke Luar Negeri, Buruh Migran Diminta Perhatikan Hak Anak yang Ditinggalkan
Sosial

Kerja ke Luar Negeri, Buruh Migran Diminta Perhatikan Hak Anak yang Ditinggalkan

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Kabupaten Kebumen dikenal menjadi salah satu kantong tenaga kerja Indonesia di Jawa Tengah. Dari data Pemkab Kebumen, hingga kini jumlah pekerja migran asal Kabupaten Kebumen yang bekerja di sejumlah negara mencapai 1.129 orang. Dari jumlah tersebut, didominasi oleh tenaga kerja wanita (TKW).

Angka tersebut menunjukkan bahwa kondisi di Kabupaten Kebumen masyarakat masih banyak yang bergantung dengan perekonomian dari buruh migran. Akan tetapi, selain mengutamakan peningkatan ekonomi keluarga, para TKW juga semestinya memperhatikan hak anak yang ditinggalkan.

"Saya harap para pekerja migran juga harus memahami dan memperhatikan pemenuhan hak-hak anak yang ditinggal," ungkap Plt Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz saat kegiatan pemberdayaan bina keluarga TKI di Candisari Karanganyar, Jumat (3/8).

Kegiatan tersebut dalam rangka ketahanan keluarga (community parenting) dan pemenuhan hak anak. Pada kesempatan itu, hadir mendampingi Plt Bupati, Kepala Dispermades dan P3A Kebumen Moh Amirudin, Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Y Rini Kristiani, Kapolsek Karanganyar AKP Mawakhir, Kabid Ketenagakerjaan Luar Negeri Kementerian PPPA RI. 

Lebih lanjut dikatakan, adanya comunity parenting tersebut diharapkan dapat membangun keluarga yang tidak saja berkualitas secara ekonomi. Akan tetapi dapat menciptakan keluarga yang harmonis, terpenuhinya hak-hak anak, serta terjaminnya keamanan dan keselamatan pekerja migran Kebumen di negara manapun.

"Saya juga minta kepada perusahaan jasa pengelola tenaga kerja di Kebumen agar benar-benar dapat memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan tenaga migran asal Kebumen di sejumlah negara," tandasnya.