Renggut Banyak Korban, Oknum Guru Cabul Coreng Dunia Pendidikan di Kebumen
Hukum & Kriminal

Renggut Banyak Korban, Oknum Guru Cabul Coreng Dunia Pendidikan di Kebumen

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Adanya oknum guru olahraga SMAN 1 Pejagoan berinisial RF yang diduga melakukan perbuatan cabul terhadap siswinya dinilai sangat menciderai dunia pendidikan. Selain itu, kondisi tersebut menjadi tamparan telak bagi Pemerintah Kabupaten Kebumen yang baru saja memperoleh penghargaan Kabupaten Layak Anak.

Muhammad Khambali warga Kabupaten Kebumen yang juga Dosen Universitas Cokroaminoto Yogyakarta mengaku geram atas adanya kejadian tersebut. Terlebih dugaan pencabulan dilakukan oleh seorang guru kepada siswinya. Ini tentu ironi dengan Kebumen yang disebut sebagai Kabupaten Layak Anak.

"Ini merupakan tamparan bagi Pemkab. Logikanya, di lingkungan pendidikan saja perlindungan anak tidak tercover dengan baik, jangan-jangan di luaran lebih parah," ungkapnya, Selasa (31/7/2018).

Kendati demikian, Khambali tidak serta merta menilai penghargaan yang diraih Kebumen dapat diragukan. Pasalnya hal ini merupakan kasuistik. Namun demikian, Khambali mengharapkan Pemkab harus dapat menunjukkan bukti yang nyata dengan adanya penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak. 

"Saya meminta pihak sekolah segera menindak dengan langkah pertama skorsing. Selanjutnya memecat yang bersangkutan dan melaporkan kepada pihak berwajib," tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, perbuatan yang dilakukan RF harus dapat ditegakkan secara adil. Ia pun mendorong agar perkara ini dilanjutkan dengan proses hukum kepolisian. Sebagai bentuk antisipasi, ia pun meminta pihak sekolah agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar sekolah termasuk perilaku guru dan murid.

Seperti diketahui, oknum guru olahraga SMAN 1 Pejagoan diduga melakukan pencabulan terhadap siswinya. RF, oknum guru tersebut melakukan aksi pencabulan dengan mengancam menyebarkan foto bugil korban yang diambil sebelum pelajaran renang. Ironisnya, praktik yang dilakukan RF diketahui telah terjadi sejak tahun 2005 dan telah banyak merenggut korban.