Produsen Tempe Keluhkan Harga Kedelai Naik
Ekonomi

Produsen Tempe Keluhkan Harga Kedelai Naik

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Para pengusaha tempe di Kebumen mengeluhkan adanya kenaikan harga kedelai. Pasalnya, kenaikan harga tersebut berdampak langsung terhadap kondisi usaha yang digeluti. Jika awal tahun 2018 lalu harga hanya berkisar Rp 6 ribu per kilogramnya, namun kini kedelai menembus harga Rp 7 ribu lebih untuk satu kilogram.

Salah satu pengusaha tempe Mahrup asal Desa Jatisari, Kecamatan Kebumen mengungkapkan, kenaikan harga kedelai disebabkan lantaran ongkos produksi pengolahan kedelai yang meningkat. Kenaikan harga kedelai terjadi secara berkala dari beberapa bulan ini hingga menembus Rp 7.300 per kilogram.

"Ada kenaikan harga sejak empat bulan lalu. Kondisi ini sangat berdampak untuk usaha tempe," ungkapnya, Minggu (15/7/2018).

Adanya kenaikan harga, namun tidak menyebabkan pasokan kedelai terkendala. Dari usaha yang telah digelutinya sejak empat tahun lalu, ia mampu menghabiskan 1 kwintal kedelai untuk setiap harinya. Dengan kondisi kenaikan harga kedelai, Mahrup mengaku harus merelakan mendapatkan keuntungan yang sangat sedikit. 

"Keuntungan jadi sangat sedikit. Apalagi kan ada karyawan satu yang bekerja," jelasnya.

Kendati harga bahan utama naik, namun Mahrup enggan menaikkan harga jual tempe. Terlebih harus mengurangi takaran kedelai yang tentu sangat beresiko mengecewakan pelanggan. Ia lebih memilih untuk memperoleh sedikit penghasilan ketimbang harus kehilangan pelanggan.

"Harga kedelai naik tapi harga tempe tetap sama. Kami berharap harga kedelai bisa turun sehingga membantu perekonomian rakyat," tandasnya.