Inovatif, Mahasiswa Kebumen Sulap Buah Mentimun Jadi Deodoran Organik
Pendidikan

Inovatif, Mahasiswa Kebumen Sulap Buah Mentimun Jadi Deodoran Organik

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Bermula dari keresahan terhadap produk deodoran dan bahan kosmetik berbahan kimia yang rentan mengundang penyakit, sejumlah mahasiswa STIE Putra Bangsa Kebumen menggagas produk deodoran organic. Pproduk deodorant organik ini dibuat dari bahan dasar buah mentimun yang aman untuk kesehatan.

Gagasan tersebut mendapat dukungan dari tim PKM-K mahasiswa STIE Putra Bangsa yang memberikan bantuan dana penelitian. Dengan dana hibah dari Kemenristekdikti, mahasiswa semester 6 yang terdiri dari 4 personil, yakni Ufakhun Janifah, Fahriyani, Ira Kuntari, Rizqi Fadhani tersebut segera mengembangkan inovasi itu dengan lebih luas dan riil.

Ufakhun Janifah (21), salah satu dari empat personil inovator tersebut menuturkan, dirinya bersama tiga teman dengan didampingi oleh dosen kampus setempat mulai fokus menggarap inovasi brilian itu sejak bulan April 2018. Produk deodorant organik bermerk Lady Java itu pun mulai lahir dan tinggal landas menuju pasar, baik di lokal Kebumen maupun luar kota Kebumen.

Deodorant organik yang bebas bahan kimia dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Bahan baku buah mentimun banyak mengandung zat yang dibutuhkan tubuh. Di antaranya protein, lemak, kalsium, fosfor, belerang, zat besi, magnesium, antioksidan, Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B2 dan Vitamin C. Khusus biji buah mentimun sendiri mengandung Vitamin E yang dapat menghilangkan penuaan dan keriput.

"Selain itu, sari ketimun muda juga mengandung pencerah alami dan silikon yang secara alami dapat mencerahkan dan menghilangkan bau badan. Mentimun juga mengandung zat saponin. Deodoran ini sama sekali tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya, namun menggunakan bahan organik," terang Ufakhun kepada sorot.co, Selasa (10/07).

Sementara ini, proses penjualan produk menggunakan sistem offline dan online. Masyarakat, khususnya remaja yang menghendaki produk ini dapat mengaksesnya secara langsung maupun melalui online. Ufakhun mengutarakan, sasaran pasar produk tersebut lebih kepada kalangan remaja, selain harganya yang sangat terjangkau, yakni Rp. 25.000 per kemasan, produk tersebut juga sangat aman digunakan. 

"Kita ingin deodoran berbahan organik ini nantinya menjadi trand fashion bagi remaja yang selain kekinian juga aman untuk pemakaian jangka panjang," harapnya.