Uang Kuno Masih Jadi Buruan Pengantin untuk Mahar
Ekonomi

Uang Kuno Masih Jadi Buruan Pengantin untuk Mahar

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Uang rupiah yang sudah tidak lagi beredar atau uang kuno pada bulan seperti sekarang ini tengah menjadi incaran. Bukan hanya saja untuk diminati kolektor uang kuno semata, namun juga menjadi incaran para pengantin yang akan menggunakannya sebagai mahar.

Pada bulan Syawal penanggalan Hijriah seperti sekarang ini, memang banyak pengantin yang memilih sebagai hari bersejarah. Bulan Syawal pun telah dikenal sebagai musimnya hajatan seperti halnya pernikahan. Kondisi ini tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi pengusaha hiasan mahar.

Salah satu perajin hiasan mahar di Kebumen Fatchur Rohman (29) asal Depokrejo, Kebumen. Di tempatnya bekerja, salah satu kios Pasar Tumenggungan Kebumen ia menghabiskan waktu merangkai mahar uang dengan cara dibuat hiasan dan dipigura. Umumnya, nominal hiasan uang mahar dibuat sesuai tanggal pernikahan.

"Kebanyakan nominal mahar disesuaikan tanggal pernikahan mempelai," ungkapnya, Senin (9/7/2018).

Untuk membuat indah dan kesan rapi, uang kuno tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi seperti yang diinginkan pemesan. Fatchur telah membuat beragam bentuk untuk mahar seperti perahu, kapal, lokomotif, burung, jam dinding, sepeda, manten, wayang, masjid, dan siluet. 

"Pesanan yang lagi banyak dipesan uang yang dihias lafadz Allah," tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, jumlah pesanan dibandingkan dengan hari biasanya, pesanan meningkat 30 hingga 50 persen. Untuk harga pembuatan hiasan mahar, Fatchur membandrol bervariasi tergantung kerumitan garapan. Untuk mahar 3 dimensi, ia mematok harga Rp 325 ribu hingga Rp 550 ribu. Sedangkan untuk 4 dimensi, ia mematok harga mulai Rp 900 ribu hingga Rp 1,5 juta.

"Untuk kebutuhan aksesoris diambil dari luar daerah sedangkan uang dari kolektor maupun Bank Indonesia," tandasnya