KPU Larang Mantan Narapidana Kasus Korupsi Nyaleg di Pemilu 2019
Politik

KPU Larang Mantan Narapidana Kasus Korupsi Nyaleg di Pemilu 2019

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Sesuai PKPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPD, dan DPRD ada persyaratan baru untuk calon legislatif. Bagi mantan narapidana kasus korupsi, bandar narkoba dan kasus kejahatan seksual tidak boleh ikut mendaftar sebagai calon legislatif pada Pemilu 2019.

"Tidak boleh mendaftar. Ada pakta integritas yang harus ditandatangani pimpinan partai politik sebelum pendaftaran," ungkap Paulus Widiyantoro Ketua KPU Kabupaten Kebumen, Kamis (5/7/2018) di kantornya.

Disampaikan Paulus, pendaftaran Bacaleg DPRD Kebumen mulai Rabu (4/7) hingga 17 Juli mendatang di Kantor KPU Kabupaten Kebumen Jalan Arungbinang Kebumen. Pendaftaran bakal caleg DPRD Kebumen ini dari partai politik ke KPU Kebumen bukan perseorangan mendaftar ke KPU. 

"Sampai saat ini belum ada yang mendaftar. Kami telah berkomitmen dengan pimpinan parpol dan penghubung (Lo) masing-masing partai, apabila mau mendaftar sehari sebelumnya berkomunikasi dengan KPU," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, partai politik dalam menyerahkan berkas harus menyerahkan juga hard copy pencalegan. Partai politik wajib memasukkan data pengajuan bakal calon dan data bakal calon serta menggunggah dokumen persyaratan pengajuan bakal calon dan dokumen bakal calon ke dalam sistem informasi pencalonan (Silon).

"Pendaftaran partai politik kami prediksi dilakukan setelah tanggal 9 Juli," tuturnya.

Terpisah, Ketua DPD PKS Kabupaten Kebumen Akbar Yuliastomo mengungkapkan, dari 50 Bacaleg partainya sebagian besar telah terisi. Ketika disinggung soal dilarangnya napi koruptor untuk mencalonkan diri sebagai caleg, ia mengaku setuju. Terlebih hal itu merupakan sesuatu yang baik untuk ke depannya.

"Kalau dari PKS sama sekali tidak ada mahar," katanya.